Berita Terbaru Indonesia, GAZA
Otoritas keamanan di Jalur Gaza serta kelompok-kelompok perlawanan Palestina memperketat operasi untuk memburu anggota geng bersenjata yang didukung oleh Israel, yang dipimpin oleh Yasser Abu Shabab.
Mereka beroperasi di kawasan timur Gubernuran Rafah dengan dukungan dari militer pendudukan.
- Islamofobia Menyebabkan Sekitar 200 Ribu Muslim Tinggalkan Prancis
- Rahasia Uang Emas Inggris dengan Ukiran Nama Muhammad dan Kalimat Tauhid
- Cara Prajurit Ottoman Mengalahkan Drakula dalam Kehidupan Nyata
Sumber keamanan menyatakan bahwa pejuang perlawanan Palestina bentrok semalam dengan pemimpin geng ini, memaksa intervensi drone Israel untuk mengatasi mereka.
Asal-Usul dan Awal Mula
Sumber keamanan Palestina di Jalur Gaza mengungkapkan kepada BERITA TERBARU INDONESIA terkait berkas-berkas kriminal dari pimpinan geng yang dipimpin oleh Abu Shabab dan wakilnya, Ghassan al-Dahini.
Perekrutan geng bersenjata ini dimulai pada akhir tahun 2024, ketika mereka menyediakan tempat perlindungan di wilayah yang dikuasai militer di tenggara Rafah.
Geng ini bersembunyi dekat penyeberangan Kerem Shalom di tenggara Rafah, yang digunakan militer penjajah untuk mengirim barang dan bantuan ke Jalur Gaza.
Ini memberi mereka kesempatan untuk mengendalikan dan merampok, menjualnya kembali kepada warga, sehingga menarik lebih banyak orang untuk berkolaborasi dengan mereka.
Melarikan Diri dari Penjara
Dalam pernyataannya kepada BERITA TERBARU INDONESIA, sumber keamanan mengonfirmasi bahwa militer Israel mengawasi persenjataan Abu Shabab, yang menyebut dirinya sebagai pemimpin Pasukan Rakyat dan memimpin geng kriminal yang berfokus pada memblokir bantuan dari penyeberangan Kerem Shalom di Jalur Gaza selatan dan menembaki warga.
Menurut sumber tersebut, Abu Shabab telah ditahan oleh Otoritas Keamanan di Jalur Gaza sejak 2015 atas tuduhan perdagangan, promosi, dan penggunaan narkoba, serta dijatuhi hukuman 25 tahun penjara.
