Terinspirasi Pandemi COVID-19, Perwira Polri Luncurkan Buku ‘Waspadai The Next Covid’
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG BARAT — Menjadi seorang perwira polisi tidak menjadi penghalang untuk berkarya. Hal ini dibuktikan oleh Kombes Pol Yade Setiawan Ujung yang tetap menulis meski disibukkan dengan tugasnya sebagai anggota kepolisian.
Salah satu karya tulisnya berjudul ‘Waspadai The Next Covid!’. Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Malang dan Wakapolrestabes Bandung ini menulis buku tersebut, terinspirasi dari pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia pada tahun 2020.
Kombes Pol Yade mengungkapkan bahwa perjalanan panjang dalam menangani pandemi COVID-19 di tanah air dan potensi pandemi mendatang dituangkan dalam bukunya. Tujuannya agar bisa menjadi pembelajaran dalam menghadapi kemungkinan pandemi lain yang tidak dapat diprediksi.
Buku ini merupakan pengembangan dari disertasi yang ia tulis dalam rangka menyelesaikan studi Program Doktor Ilmu Sosial dan Politik di Universitas Padjadjaran, dan kini diterbitkan secara komersial agar dapat diakses oleh publik.
“Jangkauannya akan terbatas hanya di kalangan akademik jika hanya berupa disertasi. Oleh karena itu, buku ini saya tulis untuk membuka ruang pemahaman publik yang lebih luas,” ujar Yade saat dikonfirmasi, Selasa (6/5/2025).
Buku setebal 444 halaman ini secara mendetail membahas strategi penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia, dengan fokus pada studi kasus di Kota Bandung. Misalnya, kebijakan nasional dan lokal dalam menghadapi pandemi, termasuk peran aktif Polri melalui Operasi Aman Nusa II.
“Implementasinya mencakup pembentukan Lembur Tohaga Lodaya (LTL) atau kampung tangguh yang berhasil menurunkan angka kasus COVID-19 di Bandung melalui pelibatan masyarakat secara langsung,” jelas Yade.
Yade juga menyoroti peringatan dari WHO tentang ancaman Disease X, yakni penyakit menular baru yang dapat memicu pandemi baru. WHO sendiri telah menyiapkan peta jalan riset dan jalur regulasi sebagai tindakan mitigasi global.
“Isi buku ini tidak hanya menjadi refleksi, tetapi juga seruan untuk bersiap. Kita tidak ingin pandemi terulang, tetapi harus siap jika itu terjadi,” kata Yade.
