Alasan Elkan Baggott Tidak Dipanggil untuk Timnas Indonesia
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga menjelaskan alasan mengapa Elkan Baggott tidak diikutsertakan dalam pertandingan Timnas Indonesia melawan China dan Jepang. Elkan Baggott belum kembali memperkuat Timnas Indonesia sejak pertandingan melawan Filipina pada Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, yang berlangsung pada 21 November 2023 di bawah kepemimpinan pelatih Shin Tae-yong.
“Elkan Baggott sudah kami tanyakan sejak lama, dan dia mengatakan ingin fokus pada klubnya, sehingga kami serahkan keputusan sepenuhnya kepada Elkan sebagai pemain,” ujar Arya dalam pernyataan resmi pada Senin (19/5/2025).
Elkan Baggott diketahui berada di Bali beberapa hari yang lalu, tempat pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia dimulai sejak 25 Mei 2025.
Kontrak peminjaman Baggott bersama Blackpool FC di divisi ketiga Liga Inggris untuk musim 2024/2025 sudah berakhir, dan ia telah kembali ke Ipswich Town, klub asalnya.
“Kami menghargai dan menghormati keputusan Elkan yang ingin fokus pada klubnya, meskipun mungkin saat ini dia sedang dalam masa libur. Kami berikan kebebasan baginya untuk fokus di sana,” tambah Arya.
Di sisi lain, Ragnar Oratmangoen tidak bisa bergabung karena sakit dan sedang dalam proses pemulihan. “Oratmangoen mengabari kami bahwa dia sedang sakit dan memerlukan waktu untuk penyembuhan karena kesehatan adalah hal yang sangat penting,” jelas Arya.
Arya juga menyatakan bahwa PSSI akan memberikan dukungan penuh untuk proses penyembuhan Oratmangoen. Hingga kini, belum ada informasi mengenai jenis penyakit yang diderita Ragnar. Terakhir kali ia bermain untuk Dender saat kalah 1-2 di kandang KV Mechelen dalam lanjutan Liga Belgia pada 16 Maret 2025.
Timnas Indonesia dijadwalkan untuk memainkan dua pertandingan terakhir Kualifikasi Piala Dunia putaran ketiga pada bulan Juni. Indonesia akan menjamu China lebih dulu di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta pada 5 Juni mendatang sebelum bertandang ke Jepang lima hari kemudian.
