Towel Bahas Tantangan Timnas di Kualifikasi Piala Dunia
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pengamat sepak bola nasional Tommy Welly mengungkapkan bahwa timnas Indonesia menghadapi tantangan besar pada Babak Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dengan melawan Arab Saudi dan Irak di Grup B. Dalam pandangannya, ada dua isu teknis yang berpotensi memengaruhi performa tim.
Pertama, absennya Ole Romeny karena cedera. Ole yang telah mencetak tiga gol dalam empat pertandingan sebelumnya adalah kehilangan besar bagi timnas karena kemampuan finishing dan kualitas individunya yang belum tergantikan dalam skuad saat ini.
Kemudian, ada keraguan mengenai pengalaman para pemain diaspora yang belum memastikan klub mana yang akan mereka bela musim ini, yang dapat mempengaruhi kebugaran dan ritme permainan mereka.
Towel menegaskan bahwa tantangan ini tidak boleh mengurangi semangat. Dia yakin bahwa tim pelatih di bawah arahan Patrick Kluivert masih memiliki waktu, termasuk dalam FIFA Match Day pada bulan September melawan Kuwait dan Lebanon, untuk menemukan solusi yang tidak hanya bergantung pada satu atau dua pemain kunci.
Dia juga menyoroti tantangan dari faktor eksternal yang mungkin mengganggu keseimbangan kompetisi. Pertama, jadwal Arab Saudi yang bermain pada 8 dan 14 Oktober memberikan mereka waktu istirahat lima hari. Sementara itu, Indonesia hanya memiliki waktu pemulihan dua hari antara pertandingan 8 dan 11 Oktober.
Pertandingan melawan Arab dijadwalkan pukul 20.15, sementara laga melawan Irak hanya tiga hari kemudian dimulai lebih sore pukul 18.00. Sebaliknya, Arab memiliki waktu lebih leluasa sebelum berlaga lagi pukul 22.30.
Oleh karena itu, Towel menyarankan agar PSSI mengirim surat resmi kepada AFC untuk mempertanyakan perbedaan jadwal dan waktu kick-off yang dapat menimbulkan ketidakadilan.
Merujuk pernyataan mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, yang mengatakan “Sepak bola telah jatuh ke tangan Arab Saudi”, Towel menyoroti pengaruh finansial Arab Saudi dalam sepak bola dunia. Mulai dari penunjukan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 tanpa kajian mendalam, hingga pembelian hak siar Kejuaraan Dunia Antarklub senilai Rp16,2 triliun, serta dominasi sponsor seperti Aramco, Riyadh Airways, dan Visit Saudi.
Dia mengingatkan bahwa faktor-faktor eksternal ini bisa memperberat perjuangan timnas Indonesia secara non-teknis. Towel menilai posisi Indonesia sebagai underdog di Grup B kurang ideal. Menurutnya, peluang menang berada di angka 40 berbanding 60 persen.
Meski demikian, Towel tetap memberikan apresiasi kepada tim pelatih Patrick Kluivert dan Alex Pastoor atas keseriusan mereka terlibat langsung dalam ekosistem sepak bola Indonesia, termasuk menyaksikan pertandingan Piala AFF U-23 dan laga klub lokal.
“Meski lawan Arab dan Irak sangat berat, perjuangan timnas harus total. Arab Saudi berkembang pesat, namun Indonesia juga memiliki potensi. Maka, jika ingin lolos, timnas harus menang mutlak lewat strategi dan kualitas sepak bola. Seperti dalam tinju, harus menang KO, jangan hanya menang angka atau split decision,” tegas Towel.
