TPSA Bagendung Ubah Sampah Menjadi Energi untuk PLTU Suralaya
BERITA TERBARU INDONESIA, CILEGON — Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung di Kota Cilegon, Banten, mengubah sampah menjadi bahan bakar energi terbarukan yang disuplai ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya.
Kepala TPSA Bagendung, Bagus Ardanto, menjelaskan bahwa sampah diolah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) yang digunakan sebagai bahan campuran (co-firing) di PLTU. Inisiatif ini mendukung langkah pemerintah untuk mencapai target Net Zero Emission pada tahun 2060.
Target pada tahun 2030 adalah penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 25 persen. BBJP ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, ujar Bagus di Cilegon, Sabtu (5/7/2025).
Pengolahan BBJP yang dimulai sejak 2021 ini mampu menghasilkan sekitar 10 ton BBJP per hari dari total 30 ton sampah yang dikumpulkan setiap harinya.
Sampah tersebut sebagian besar berasal dari beberapa pasar, seperti Pasar Kranggot. Sampah akan dipilah terlebih dahulu sebelum diproses menjadi BBJP dan dikirim ke PLTU Suralaya ketika jumlahnya mencapai 50 ton.
Dengan penggunaan BBJP, kami dapat mengurangi sekitar lima persen kebutuhan batu bara di PLTU, katanya.
Bagus menekankan bahwa pengolahan BBJP tidak hanya berdampak pada pengurangan penggunaan bahan bakar fosil, tetapi juga mampu mengurangi timbunan sampah yang menjadi masalah utama di kota-kota besar.
Kami menargetkan bukan hanya peningkatan produksi BBJP, tetapi juga pengurangan signifikan volume sampah di TPSA, tambahnya.
