Trump ‘Bersiap’ Hadapi Konflik Nuklir dengan Rusia
BERITA TERBARU INDONESIA, WASHINGTON — Presiden AS Donald Trump menekankan bahwa pembicaraan mengenai senjata nuklir tidak boleh dianggap remeh. Trump menegaskan bahwa AS harus sepenuhnya siap menghadapi segala kemungkinan konfrontasi.
Penegasan ini muncul sebagai tanggapan Trump atas pernyataan mantan pemimpin Rusia Dmitry Medvedev.
- Gempa Magnitudo 8,7 Rusia Sebagai Peringatan Bagi Negara-Negara Cincin Api, Termasuk Indonesia
- Menhan Sjafrie Bertemu Jenderal Pavel Nikolaevich di Minsk, Belarusia
- Gempa Rusia Memicu Tsunami di Sebagian Besar Wilayah Pesisir Pasifik Jepang
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengumumkan perintahnya untuk mengerahkan dua kapal selam nuklir pada Jumat pagi. Ia berkomitmen untuk menempatkan kapal-kapal selam tersebut di lokasi yang disebutnya sebagai ‘posisi yang tepat’.
“Yah, kami harus melakukan itu. Kami harus berhati-hati. Sebuah ancaman telah dilemparkan, dan kami merasa itu tidak pantas,” ujar Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social menanggapi pernyataan Medvedev di media sosial, dikutip dari BERITA TERBARU INDONESIA.
“Jadi saya melakukan itu demi keselamatan rakyat kami. Ancaman tersebut datang dari mantan presiden Rusia, dan kami akan melindungi warga kami.”
Awal pekan ini, Medvedev merespons penolakan Trump terhadap komitmen New Delhi untuk bergantung pada energi Rusia.
“Tentang ‘dead economist’ (hubungan ekonomi yang berlangsung lama) antara India dan Rusia yang kini ‘memasuki wilayah sangat berbahaya’ – baiklah, biarkan dia (Donald Trump) mengingat film-film favoritnya tentang orang mati berjalan (zombie), serta betapa berbahayanya ‘Dead Hand’ atau Perimeter (sebuah sistem kendali senjata nuklir Rusia) yang legendaris itu,” tulis Medvedev.
Perselisihan ini semakin memanas setelah Trump menyebut Medvedev sebagai pemimpin yang gagal dan memperingatkannya untuk lebih berhati-hati dengan pernyataannya.
