Apakah Kapal Harta Laksamana Cheng Ho Lebih Panjang dari Lapangan Sepakbola?
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Sekitar 620 tahun silam, pada era Dinasti Ming, seorang pelaut masyhur dari Tiongkok, Cheng Ho, mengomandani armada terbesar di dunia pada saat itu untuk menjalankan tujuh ekspedisi menuju Samudra Barat.
Berperan sebagai duta perdamaian, armada Cheng Ho menghadapi gelombang laut yang besar, menjelajahi Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Barat hingga pesisir timur Afrika.
- Analis Israel: Kita Gagal di Gaza, Mengalahkan Hamas Butuh Beberapa Dekade
- Waspadai Akhir Zaman, Bagaimana Kita Harus Bersikap? Ingat 4 Pesan Rasulullah SAW Ini
- Sarkasme Qassam ke Israel: Nasib Tentara Abraham Azoulay Buruk, Tetapi Nasib Tentara Berikutnya…
Berdasarkan cerita yang terdokumentasi maupun yang disampaikan secara lisan, disebutkan bahwa kapal milik Laksamana Cheng Ho memiliki ukuran yang sangat besar.
Pada pameran khusus memperingati 620 tahun ekspedisi Cheng Ho di Museum Seni Rupa dan Keramik Kota Tua Jakarta, Sabtu (12/7/2025), terdapat catatan bahwa kapal Cheng Ho memiliki panjang setara lapangan sepakbola bahkan bisa lebih panjang.
Kapal milik Laksamana Cheng Ho dikenal dengan nama ‘Baocuan’, yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘Kapal Harta’, adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut barang-barang berharga. Kapal Baocuan ini menjadi pusat dan pemimpin armada Laksamana Cheng Ho.
Fungsi kapal Baocuan adalah untuk membawa hadiah kerajaan, upeti dari berbagai negara, dan barang-barang langka hasil perdagangan internasional.
Kapal Baocuan yang terbesar bisa mencapai panjang 126 meter dan lebar sekitar 51 meter. Sedangkan, menurut standar FIFA, lapangan sepakbola memiliki panjang minimal 100 meter dan maksimal 110 meter, serta lebar minimal 64 meter dan maksimal 75 meter.
Di pameran khusus yang memperingati 620 tahun pelayaran Cheng Ho, disebutkan bahwa perjalanan pelayaran Cheng Ho menjadi babak megah dalam sejarah pelayaran umat manusia.
Ekspedisi armada Cheng Ho tidak hanya menandai puncak pencapaian teknologi maritim dan keahlian pembuatan kapal kuno Tiongkok, tetapi juga menunjukkan semangat damai, persahabatan, saling menghormati, dan pertukaran budaya.
