Uni Eropa Minta Israel Akhiri Blokade dan Buka Akses Bantuan ke Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA, ISTANBUL — Juru bicara Komisi Uni Eropa, Anouar El Anouni, memohon kepada Israel untuk mengakhiri blokade di Jalur Gaza dan membuka akses bagi bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina di sana.
“Kami menyerukan kepada Israel untuk segera mencabut blokade agar bantuan kemanusiaan dapat masuk dengan cepat ke seluruh wilayah Jalur Gaza,” ujar Anouar El Anouni dalam konferensi pers yang diadakan di Brussels, Belgia, pada Jumat (2/5).
- Israel Siapkan Serangan Darat Besar ke Gaza
- Dua Bulan Blokade Israel, Ribuan Anak Gaza Derita Malnutrisi Akut
- Drone Serang Kapal Bantuan Gaza yang Dibawa Aktivis
Anouni juga mengungkapkan keprihatinan yang mendalam terkait kemerosotan kondisi kemanusiaan di Gaza. “Kami sangat prihatin dengan laporan yang menyebutkan bahwa pasokan makanan, yang sempat masuk selama gencatan senjata, kini mulai habis,” katanya.
Menurut Anouni, Uni Eropa berpegang teguh pada prinsip bahwa bantuan kemanusiaan harus dapat menjangkau warga sipil yang membutuhkan, sesuai dengan hukum humaniter internasional.
Israel telah melanjutkan serangan militernya ke Gaza sejak 18 Maret lalu, yang meruntuhkan kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan dengan kelompok perlawanan Hamas pada 19 Januari.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 52 ribu warga Palestina, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.
Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Israel Benjamin Netanyahu dan mantan menteri pertahanannya, Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait agresi militernya di wilayah Palestina itu.
Kedaulatan Suriah
Di kesempatan yang sama, Anouni juga mendesak Israel untuk menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah.
“Uni Eropa menyerukan kepada semua pihak yang terlibat untuk menghormati integritas teritorial dan kedaulatan Suriah dalam batas-batas wilayahnya,” kata dia.
Merujuk pada kesepakatan antara Israel dan Suriah pada 1974, yang menetapkan zona penyangga dan zona demiliterisasi di Dataran Tinggi Golan, Anouni menyatakan bahwa EU berharap Israel mematuhi kesepakatan tersebut.
Dia menegaskan kembali komitmen EU untuk mencabut sanksi sektoral secara bertahap terhadap Suriah guna mendukung proses rekonstruksi di negara itu.
Israel belakangan ini meningkatkan intensitas serangannya di wilayah Suriah. Serangan terbaru mereka menyasar kawasan di dekat istana presiden di Damaskus pada Jumat pagi.
