Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Inovasi Agritech Mengubah Wajah Industri Pertanian, Berhasilkah?
  • Berita

Inovasi Agritech Mengubah Wajah Industri Pertanian, Berhasilkah?

Agus Santoso Mei 3, 2025
upaya-agritech-mendisrupsi-industri-pertanian-berhasil

Inovasi Agritech Mengubah Wajah Industri Pertanian, Berhasilkah?

Beberapa tahun sebelumnya, sebuah peristiwa yang mengejutkan juga terjadi pada perusahaan rintisan sektor pertanian, yaitu runtuhnya TaniHub; perusahaan yang menjembatani petani dengan pasar akhir, pembiayaan, hingga logistik. Peer to Peer (P2P) yang khusus pada sektor pertanian, iGrow juga harus menutup usahanya.

Industri dan Klaster Pertanian

Pertanian adalah aktivitas paling awal manusia. Setelah manusia berhenti hidup nomaden dengan berburu dan meramu, bercocok tanam menjadi kegiatan utama untuk menjaga keberlangsungan hidup. Pertanian telah ada sebelum adanya uang. Produk pertanian digunakan sebagai alat tukar. Satu komoditas ditukar dengan komoditas lain yang dianggap memiliki nilai setara. Sistem ini dikenal dengan barter. Jika peradaban manusia modern dimulai sejak lima ribu tahun lalu, selama itu pula pertanian terus berkembang.

Pertanian di era modern di Indonesia memiliki karakteristik yang berpusat pada klaster pedesaan. Segala aktivitas pertanian hulu (budidaya) dan industri pendukungnya terdapat di wilayah ini.

Sarana produksi pertanian (saprotan) seperti cangkul, pestisida, hingga pupuk mudah ditemukan di desa. Pembeli hasil panen juga banyak. Hasil panen dikirim ke pasar induk atau langsung ke konsumen akhir dalam hitungan jam. Jaraknya pun tidak terlalu jauh. Hal ini disebabkan oleh karakteristik produk pertanian yang mudah rusak atau busuk. Kuncinya adalah produk harus segera sampai ke konsumen akhir, diawetkan, atau diproses secepat mungkin.

Dalam hal dukungan sistem seperti pembiayaan, bank sudah memiliki kantor di desa-desa. Paling tidak, kantor bank tersebut berada di kecamatan. Hal ini bertujuan untuk lebih dekat dengan konsumen, sekaligus meminimalkan risiko.

Karakteristik industri pertanian yang saling terhubung dengan jaringan yang sangat dekat menyebabkan kegiatan ekonominya beririsan dengan kegiatan sosial. Para pemilik toko pertanian, pembeli, hingga pemilik modal adalah tetangga para petani. Seluruh pelaku ekonomi pertanian ini berinteraksi sosial dan ekonomi satu sama lain. Kondisi ini tidak hanya membuat para pelaku industri dekat secara jarak, tetapi juga secara emosional. Nilai-nilai yang sama di masyarakat desa membuat para pelakunya lebih dekat lagi.

Martin Reeves dan dua rekannya membagi industri dengan dua pendekatan, yaitu kemudahannya untuk diprediksi dan kemudahannya untuk dibentuk. Dari dua pendekatan ini, terdapat empat bagian: mudah diprediksi dan sulit dibentuk, sulit diprediksi dan sulit dibentuk, mudah diprediksi dan mudah dibentuk, serta sulit diprediksi dan mudah dibentuk.

Industri dengan tipikal yang telah disebutkan jelaslah bahwa industri pertanian sangat mudah diprediksi dan sangat sulit untuk diubah.

Sementara itu, teknologi seperti perangkat lunak dan internet berada pada sisi yang sangat berlawanan. Industrinya sangat sulit diprediksi dan mudah dibentuk. Facebook yang dikenal di Indonesia sekitar tahun 2007, dengan cepat tergantikan oleh TikTok. Google yang dominan sebagai mesin pencari, mulai tergantikan oleh ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI. Dengan kata lain, menerapkan strategi industri perangkat lunak pada industri pertanian tidaklah mungkin dilakukan.

Upaya Mengganggu Pertanian

AgriTech menghadirkan inovasi untuk mengembangkan industri pertanian, baik dari sisi hulu, pemasaran, hingga pembiayaan. Namun demikian, upaya-upaya tersebut tidak dapat mengganggu industri pertanian. Hal ini karena industrinya memang sangat sulit diubah dan dibentuk. AgriTech hadir untuk membantu memperkuat industri itu sendiri dengan teknologi yang ada.

Dalam sektor pembiayaan, AgriTech memiliki visi yang sangat mulia yaitu memberikan petani akses terhadap permodalan atau pembiayaan yang selama ini sulit dijangkau. Memprediksi tidak langgengnya AgriTech berbasis fintech ini relatif mudah. Antara tahun 2008-2010, diskusi mengenai bank pertanian, asuransi pertanian, dan berbagai pembiayaan pertanian bagi petani bergulir dalam ruang kelas. Sampai hari ini, wacana terus bergulir tetapi bank dan asuransi pertanian tak kunjung terlihat.

Setidaknya ada dua faktor penting yang menyebabkan tidak mudahnya membangun layanan keuangan bagi petani. Pertama, sebagian besar petani adalah petani kecil dengan skala ekonomi yang tidak cukup kuat untuk dibiayai dengan imbal hasil yang sepadan. Kedua adalah kesalahan moral di mana pembiayaan tidak digunakan sebagaimana mestinya yang berakibat pada NPL. Kedua faktor inilah yang membuat petani tidak dapat dibiayai oleh bank.

Dalam sisi pemasaran, sebagian orang menganggap tengkulak sebagai penyebab miskinnya petani. Oleh karena itu, sebagian perusahaan rintisan pertanian sangat fokus untuk mempersingkat rantai tata niaga pertanian. AgriTech ini ingin mengambil alih dan berperan sebagai tengkulak; tengkulak berteknologi. Rantai tata niaga yang panjang dianggap sebagai inefisiensi. Padahal tidak selalu demikian. Bisa jadi, panjangnya rantai memang diperlukan karena struktur pasarnya menghendaki demikian. Artinya, model bisnis untuk memotong rantai tata niaga tidak berlaku pada semua kondisi.

Startup dengan model ini pada akhirnya memang menyasar pada segmen tertentu yaitu pembeli yang tidak ‘mendang-mending’. Pasar tradisional—termasuk supermarket—tetap menjadi pasar utama yang diakses oleh sebagian besar konsumen.

Teknologi untuk petani juga masih mahal. IoT memang dapat membantu petani mengelola pertanian dengan lebih presisi, namun biayanya masih sangat mahal untuk diimplementasikan pada sektor pertanian dengan skala ekonomi kecil.

Dalam jangka panjang, saat biaya teknologi sudah turun signifikan, maka teknologi bisa diadopsi secara massal. Akhirnya, kita memang masih harus terus mengeksplorasi agar pengembangan bisnis teknologi pada bidang pertanian dapat tumbuh dan berkembang untuk produktivitas dan kesejahteraan petani Indonesia.

Sebuah Harapan

Kondisi industri yang mudah diprediksi sebenarnya adalah sebuah harapan. Di balik sulitnya mengubah (mengganggu) industri, yang biasanya menjadi target pelaku startup, terdapat banyak peluang untuk masuk ke dalam industri pertanian. Kemudahan diprediksi menjadikan pelaku usaha lebih bisa menyiapkan strategi terbaik. Terlebih, ilmu-ilmu bisnis dan strategi sangat berdasar pada pemahaman situasi yang relatif bisa diprediksi.

Dengan peluang ini, semoga para pelaku usaha rintisan bisa masuk ke dalam industri pertanian dengan membawa perubahan. Yaitu membawa perubahan pada perilaku pelaku usaha pertanian agar lebih efektif, efisien, produktif, dan sejahtera.

Continue Reading

Previous: Gunung Semeru Mengalami Tiga Kali Erupsi dengan Letusan Mencapai 900 Meter
Next: Kondisi Kebebasan Pers Global Semakin Memprihatinkan Menurut RSF

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.