Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Eksplorasi Urban Mining dan Hilirisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
  • Berita

Eksplorasi Urban Mining dan Hilirisasi untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Intan Permatasari Juni 27, 2025
urban-mining-dan-hilirisasi-optimisme-menuju-pertumbuhan-ekonomi-nasional

Eksplorasi Urban Mining dan Hilirisasi

Diskusi ini dihadiri oleh dua narasumber dengan latar belakang yang saling melengkapi, mereka mengupas topik ini dari berbagai sudut pandang, mulai dari sains, agama, hingga kebijakan publik, dengan tetap menjaga kedalaman analisis serta kejelasan penyampaian.

Indonesia, sebagai salah satu penghasil nikel terbesar di dunia, menghadapi tantangan besar. Di satu sisi, nikel adalah komoditas strategis yang dibutuhkan untuk industri baterai kendaraan listrik, stainless steel, dan berbagai produk teknologi masa depan. Namun di sisi lain, eksploitasi besar-besaran tanpa pertimbangan matang dapat mengancam kelestarian lingkungan, terutama di wilayah seperti Raja Ampat yang dikenal sebagai surga keanekaragaman hayati laut.

Mas Aji menjelaskan secara gamblang bahwa meski Indonesia kaya akan nikel, pengelolaannya sering kali tidak maksimal. Bahan mentah lebih banyak diekspor tanpa diolah menjadi produk bernilai tinggi, sementara smelter-smelter yang ada hanya memproduksi nikel dengan kualitas rendah untuk keperluan seperti peralatan rumah tangga, bukan untuk industri baterai yang membutuhkan kemurnian tinggi.

Mas Rizal kemudian menyampaikan pandangan agama terkait isu ini. Ia mengingatkan prinsip dalam Islam yang mengajarkan untuk memanfaatkan alam tanpa berlebihan, yaitu kullu wasrabu wa la tushrifu.

“Alam boleh dimanfaatkan, tetapi harus ada upaya pemulihan. Jika tambang merusak, harus ada rencana restorasi yang jelas,” tegasnya.

Ia juga mengkritik kebijakan-kebijakan yang lebih fokus pada keuntungan jangka pendek tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun masyarakat.

Continue Reading

Previous: Saatnya Indonesia Menjadi Pemimpin Keuangan Syariah Dunia
Next: Tantangan Evakuasi Pekerja Migran Indonesia di Timur Tengah

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.