Ustadzah Qotrunnada Menyampaikan Tiga Hal yang Perlu Ditingkatkan di Bulan Muharram
BERITA TERBARU INDONESIA, DEPOK — Dalam tausiyahnya, Ustadzah Qotrunnada Syathiry mengingatkan umat Islam untuk memanfaatkan momen Tahun Baru Islam 1447 Hijriah sebagai kesempatan untuk introspeksi diri. Ada tiga hal penting yang menurutnya perlu ditingkatkan pada bulan Muharram.
Ustadzah Qotrunnada menjelaskan bahwa hijrah bukan sekadar perubahan fisik, melainkan peningkatan kualitas diri dalam beribadah dan bermuamalah.
“Hijrah itu dari yang belum tahu menjadi tahu, dan dari yang sudah baik menjadi lebih baik. Momen hijrah ini harus kita niatkan untuk kehidupan yang lebih berkah,” ujarnya di hadapan pengunjung acara Hijriah Food Festival 2025 di area Masjid At-Thohir, Tapos, Depok, Sabtu malam.
Menurut Ustadzah Qotrunnada, hal pertama yang harus diperbaiki di bulan Muharram ini adalah sholat. Sholat merupakan tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab di akhirat.
“Sholat bukan hanya sekadar dilakukan, tetapi harus dijalankan dengan khusyuk dan tepat waktu. Jika sholatnya rusak, semua amal ikut rusak. Namun, jika sholatnya baik, insya Allah semua amalnya ikut baik,” katanya.
Ia mendorong jamaah untuk menjadikan sholat sebagai titik balik dalam menghadapi berbagai masalah hidup. “Jika hidup masih banyak masalah, coba lihat kembali sholatnya. Sudah benar belum? Sudah khusyuk belum? Jangan-jangan Allah masih menunda jawaban atas doa kita karena kita masih menunda urusan sholat,” ujar dia.
Hal kedua yang ditekankan Ustadzah Qotrunnada adalah memperbaiki hubungan dengan orang tua. Ia menekankan bahwa berbakti kepada orang tua adalah kunci kebahagiaan dan keberkahan hidup.
“Jika hubungan kita dengan orang tua masih rusak, jangan heran jika hidup kita banyak kesulitan. Karena dosa kepada orang tua dibalas langsung di dunia, tidak menunggu di akhirat,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa selama orang tua masih hidup, jangan sia-siakan waktu untuk berbuat baik kepada mereka.
“Saat orang tua sudah tidak ada, barulah kita sadar bahwa doa dan kasih sayangnya tidak tergantikan,” ujar dia sambil mengajak jamaah yang hadir untuk mendoakan kedua orang tua mereka.
Hal ketiga adalah memperbaiki sedekah, terutama di bulan Muharram yang merupakan salah satu bulan mulia dalam Islam. Menurutnya, sedekah adalah amalan yang dapat menolak bala dan membuka pintu-pintu rezeki.
“Sedekah itu hubungan kepada Allah dan kepada sesama. Bahkan orang yang sudah meninggal berharap bisa dihidupkan kembali walau sebentar hanya untuk bersedekah,” ucap Ustadzah Qotrunnada.
Dia mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa barangsiapa melapangkan belanja kepada keluarganya di Hari Asyura (10 Muharram), maka Allah melapangkan kepadanya selama setahun penuh. “Jadi, wahai para suami, tambahkan uang belanja istri di hari Asyura. Wahai para ibu, tambahkan jajan anak-anak di bulan Muharram. Itu sunnah Nabi, dan insya Allah rezekinya dilipatgandakan,” katanya disambut bahagia oleh jamaah ibu-ibu.
Selain itu, Ustadzah Qotrunnada juga mengajak jamaah untuk membiasakan mentraktir orang lain sebagai bentuk sedekah yang ringan namun berpahala besar. “Di acara seperti food festival ini, ajak teman atau keluarga makan bersama, bayari mereka. Itu sedekah. Kecil tapi besar di sisi Allah,” katanya.
Dia menambahkan bahwa ketiga hal tersebut adalah fondasi penting dalam proses hijrah. “Hijrah bukan hanya tentang penampilan atau ucapan, tapi harus dibuktikan dengan memperbaiki hubungan kita kepada Allah lewat sholat, kepada orang tua, dan kepada sesama lewat sedekah,” jelas Ustadzah Qotrunnada.
Acara Hijriah Food Festival 2025 yang diadakan BERITA TERBARU INDONESIA selama tiga hari ini berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan jamaah dari Depok dan sekitarnya. Selain tausiyah, acara ini juga diramaikan dengan berbagai stan kuliner halal dan produk UMKM.
Festival ini telah dibuka sejak Jumat kemarin. Masyarakat masih bisa mengunjungi acara ini pada hari Minggu. Penutupan akan dihadiri para tokoh nasional.
