Perhatikan Myopia pada Anak, Teknologi Lensa Inovatif Dikembangkan untuk Menghambat Rabun Jauh
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menjelang tahun ajaran baru, perhatian kembali tertuju pada kesehatan mata anak, terutama di tengah meningkatnya kasus myopia (rabun jauh) secara global. Organisasi kesehatan memprediksi bahwa pada 2050, separuh populasi dunia berisiko mengalami myopia, dengan prevalensi tertinggi di kawasan urban Asia Timur.
Rabun jauh kini tidak hanya menjadi masalah bagi orang dewasa, tetapi juga menyerang anak-anak. Menurut Doli Rosmiaty, Direktur Operasional Optik Tunggal, pengendalian myopia pada anak tidak cukup dengan memilih lensa saja, tetapi harus melalui pendekatan menyeluruh yang meliputi skrining dini, konsultasi rutin, serta edukasi visual kepada keluarga.
“Pengendalian myopia bukan hanya soal memilih lensa, tetapi juga melibatkan perlindungan penglihatan jangka panjang anak,” ujarnya dalam siaran pers, Senin (21/7/2025).
Untuk menghadapi tantangan ini, berbagai perusahaan optik mengembangkan teknologi manajemen myopia berbasis riset jangka panjang. Salah satunya adalah lensa ZEISS MyoCare, yang dirancang untuk memperlambat perkembangan rabun jauh pada anak. Teknologi ini dikembangkan melalui studi kolaboratif dengan institusi akademik di Asia dan Eropa, termasuk studi longitudinal LIFE Child di Eropa sejak 2014.
Teknologi dalam lensa ZEISS MyoCare mengandalkan dua fitur utama: C.A.R.E.® (Cylindrical Annular Refractive Elements) dan desain ClearFocus. Fitur ini dibuat untuk memodifikasi cahaya yang jatuh di retina agar tidak memicu pemanjangan bola mata, penyebab utama memburuknya rabun jauh.
Wind Yulianto, Kepala Pelatihan & Pengembangan di Optik Tunggal, menambahkan bahwa efektivitas teknologi ini sangat bergantung pada penggunaan yang disiplin serta pemantauan rutin oleh tenaga optik dan orang tua. Dalam mekanismenya, lensa MyoCare menggunakan desain dengan fill factor 0,5, yang menyeimbangkan zona koreksi dan defokus.
Studi yang dipresentasikan dalam konferensi ARVO 2024 menunjukkan hasil awal yang menjanjikan. Dalam uji klinis, lensa ini mampu menurunkan laju pertumbuhan panjang aksial bola mata hingga 70 persen rata-rata. Sebagian besar anak juga menunjukkan adaptasi cepat dalam tiga hari, dan mayoritas melaporkan kenyamanan visual yang baik untuk penglihatan dekat maupun jauh.
Selain teknologi lensa, pendekatan edukatif juga menjadi bagian dari strategi yang diterapkan oleh sejumlah penyedia layanan optik. Komunikasi langsung dengan orang tua dan pemeriksaan berkala terhadap kondisi mata anak menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian perkembangan myopia secara lebih terstruktur.
