Zakir Naik Jelaskan Kembali Fakta Ilmiah Alquran 14 Abad Lalu di Depan Ribuan Jamaah Jakarta
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Pendakwah internasional asal India, Dr Zakir Naik kembali memberikan ceramah di hadapan ribuan jamaah di Jakarta, Sabtu (19/7/2025).
Dalam ceramah tersebut, Zakir Naik menekankan bahwa banyak penemuan ilmiah yang baru ditemukan dalam beberapa abad terakhir sebenarnya sudah diungkap dalam Alquran sejak 14 abad lalu.
- Houthi Yaman Serang Bandara Ben Gurion, Ajak Bangsa Arab Dukung Gaza
- Israel Gunakan Tenaga dari Bangsa Jin untuk Hadapi Iran Selama 12 Hari?
- Guru Besar Turki Ungkap Alasan Utama Penjajahan Israel atas Palestina
Zakir memulai ceramah dengan membahas ayat ke-61 dari Surat Al-Furqan yang berbicara mengenai gugusan bintang, matahari, dan bulan.
Dia menjelaskan bahwa Alquran dengan jelas membedakan cahaya matahari sebagai dhiya atau siraj, yang berarti cahaya asli atau menyala-nyala. Sementara itu, cahaya bulan disebut nur, yang berarti cahaya pantulan.
“Ini adalah fakta ilmiah yang baru diketahui dalam beberapa ratus tahun terakhir. Namun, Alquran sudah menyebutnya sejak 1400 tahun lalu,” kata Zakir.
Lebih jauh, dia mengkritisi pelajaran sains di sekolah yang dahulu menyatakan matahari tidak berputar.
“Saya lulus sekolah pada 1982. Dulu diajarkan bahwa matahari itu diam. Tapi sains modern sekarang menunjukkan bahwa matahari juga berputar pada porosnya sendiri,” jelasnya.
Zakir kemudian mengutip Surat Al-Anbiya ayat 33 yang menyebut bahwa matahari dan bulan masing-masing beredar pada orbitnya. Kata yang digunakan adalah yasbahuna yang menandakan gerakan berputar, termasuk rotasi.
BACA JUGA: Media Ungkap Ali Khamenei Akan Lakukan Serangan Balasan Mendadak ke Israel
Dia juga menyinggung sejumlah temuan astronomi modern yang ternyata telah lebih dahulu dijelaskan dalam Alquran.
Beberapa di antaranya adalah konsep alam semesta yang mengembang (QS Adz-Dzariyat: 47), langit sebagai pelindung bumi (QS Al-Anbiya: 32), serta asal mula alam semesta yang disebut sebagai “dukhan” atau asap (QS Fussilat: 11).
