10 Poin Penting dalam Deklarasi New York untuk Solusi Dua Negara di Palestina
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Prancis dan Arab Saudi menggagas Konferensi Internasional Tingkat Tinggi guna mencari solusi damai untuk Palestina serta mengimplementasikan Solusi Dua Negara pada 28-30 Juli 2025 di markas PBB, New York, Amerika Serikat. Konferensi ini dihadiri oleh 125 peserta setingkat menteri yang berasal dari negara-negara pendukung Solusi Dua Negara.
Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG), Anshorullah menyatakan, Indonesia bersama 15 negara lainnya mengambil peran sebagai pimpinan Kelompok Kerja Konferensi. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bersama yang disebut Deklarasi New York yang mencakup 42 poin kerangka kerja untuk menerapkan Solusi Dua Negara, menyerukan pengakuan Palestina sebagai negara merdeka dan berdaulat, serta meningkatkan statusnya di PBB sebagai anggota penuh.
Aqsa Working Group menggarisbawahi beberapa poin penting dan fundamental yang perlu disikapi secara kritis, seperti disampaikan Anshorullah kepada BERITA TERBARU INDONESIA, Sabtu (2/8/2025).
1. AWG menyambut baik inisiatif konferensi ini yang melahirkan Deklarasi New York, yang menuntut gencatan senjata permanen, menyerukan pengukuhan negara Palestina yang diakui, merdeka, dan berdaulat menentukan nasib sendiri, pemulihan dan rekonstruksi Gaza, sekaligus menuntut Zionis Israel agar segera mengakhiri pendudukan mereka di Gaza dan Tepi Barat, serta mengembalikan status Masjid Al-Aqsa sebagai wakaf umat Islam dan dikelola oleh Kerajaan Yordania secara penuh. Konferensi ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab dunia dalam menghapus praktik kolonialisme yang tersisa di era modern ini demi mewujudkan perdamaian dunia yang abadi. Meskipun sarat kepentingan dan amat terlambat karena korban telah mencapai lebih dari 60.000 jiwa dan kehancuran di seluruh Jalur Gaza.
