Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Kebijakan Satu Harga Tidak Efektif Atasi Beras Oplosan
  • Berita

Kebijakan Satu Harga Tidak Efektif Atasi Beras Oplosan

Dewi Anjani Agustus 3, 2025
kebijakan-satu-harga-bukan-solusi-atasi-beras-oplosan

Kebijakan Satu Harga Tidak Efektif Atasi Beras Oplosan

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Lembaga Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai kebijakan satu harga beras bukanlah solusi untuk mengatasi masalah sistemik dalam tata niaga pangan. Terungkapnya kasus beras oplosan pada Juli 2025 menunjukkan lemahnya pengawasan kualitas dan distribusi, serta kurangnya reformasi kelembagaan.

Skandal Beras Oplosan

Kepala Center of Food, Energy, and Sustainable Development (FESD) Indef, Abra Talattov, menyatakan, “Skandal beras oplosan menggambarkan buruknya tata niaga pangan,” dalam laporan bulanan edisi Juli 2025 berjudul “Pasar Pangan Rawan Manipulasi, Subsidi Energi Rawan Membengkak,” Ahad (3/8/2025) di Jakarta.

Temuan Pelanggaran Mutu

Abra menyoroti hasil uji Kementerian Pertanian terhadap 268 merek beras, di mana 212 merek (79 persen) melanggar standar mutu, terutama terkait kadar patahan dan label premium yang tidak sesuai. Praktik ini mengakibatkan kerugian konsumen hingga Rp 99 triliun per tahun akibat asimetri informasi dan kurangnya sistem kendali mutu.

Efek pada Pasar dan Konsumen

Kecurigaan publik terhadap hampir semua beras kemasan menyebabkan penurunan konsumsi beras premium dan penurunan omzet pedagang hingga 50 persen. Abra menambahkan, situasi ini menyebabkan ketidakstabilan pasar dan inflasi pangan. Meskipun pasokan nasional meningkat, harga beras naik di 219 kabupaten/kota pada pekan keempat Juli 2025, bahkan mencapai Rp 54.772/kg di Papua.

Penyalahgunaan Beras Subsidi

Abra juga menyinggung kemungkinan penyalahgunaan beras subsidi dalam praktik oplosan, yang dapat mengalihkan alokasi dari kelompok rentan ke pasar komersial, memperparah ketimpangan akses pangan.

Langkah Reformasi yang Diperlukan

Menurut Abra, langkah hukum dan intervensi pasar hanya bersifat korektif dan belum menyentuh akar masalah tata kelola mutu pangan. Pemerintah perlu melakukan reformasi standar mutu nasional, mekanisme sertifikasi, serta insentif dan sanksi untuk menegakkan disiplin pasar.

Risiko Kebijakan Satu Harga

Setelah masalah beras oplosan terungkap, pemerintah mengadopsi kebijakan satu harga dan mutu, menghapus klasifikasi medium-premium dan menetapkan HET nasional Rp 12.500–13.500/kg. Namun, tanpa insentif diferensiasi harga, produsen mungkin tidak termotivasi untuk mempertahankan mutu. Selain itu, biaya logistik di wilayah timur tidak dapat disamakan dengan biaya di barat.

Rekomendasi Indef

Indef menyarankan reformasi mutu dan regulasi lebih dahulu daripada menyamaratakan harga. Pemberlakuan SNI untuk beras konsumsi dan pelabelan yang transparan disarankan agar mutu produk dapat dilacak. Sistem ini terbukti efektif di Jepang untuk menjaga kepercayaan konsumen dan mencegah manipulasi kualitas.

Abra menekankan, jika kebijakan penyeragaman tetap diterapkan, pemerintah harus menyediakan fase transisi dengan evaluasi dampak sosial ekonomi secara berkala untuk menjaga kepercayaan pelaku pasar.

Continue Reading

Previous: 10 Poin Penting dalam Deklarasi New York untuk Solusi Dua Negara di Palestina
Next: Merayakan Kemerdekaan, Antangin Tour de Ambarrukmo 2025 Selenggarakan ‘Gowes Merdeka’ Eksplorasi Yogyakarta

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.