400 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Mencari Delapan Korban Longsor di Gunung Kuda Cirebon
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG– Tim gabungan yang terdiri dari 400 personel dikerahkan untuk mencari delapan pekerja yang masih tertimbun material longsor di lokasi galian C Gunung Kuda di Cirebon sejak Jumat (30/5/2025). Personel tersebut berasal dari TNI-Polri, Basarnas, Tagana, BPBD, BNPB, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Diketahui, 14 orang tewas akibat tertimbun material longsor di lokasi galian C Gunung Kuda. Selain korban tewas, beberapa orang mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Informasi Tambahan
- Ketum PBNU Gus Yahya: Presiden Prabowo Konsisten Soal Palestina dan Israel
- Hikmah Puasa Arafah
- Hamas Desak AS Beri Jaminan Serius untuk Akhiri Perang di Gaza
Letkol Inf M Yusron, Dandim 0620 Kabupaten Cirebon, menyatakan bahwa 400 personel gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian delapan orang yang diduga masih tertimbun longsor di galian C. Tantangan utama yang dihadapi adalah longsor susulan yang berpotensi mengancam keselamatan petugas.
“Jumlah personel yang dikerahkan sekitar 400 orang, termasuk TNI, Polri, Basarnas, Tagana, BPBD, BNPB, dan sukarelawan lainnya,” ucapnya pada Sabtu (31/5/2025).
Yusron menambahkan bahwa longsor susulan terjadi tiga kali pada Jumat malam (30/5/2025), namun hingga pagi hari belum ada longsor tambahan. Informasi dari kepala desa menyebutkan delapan orang masih tertimbun, meski jumlah tersebut dapat berubah.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menetapkan status tanggap darurat pasca kejadian longsor di Galian C Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon, pada Jumat (30/5/2025). Aktivitas penambangan di lokasi tersebut pun telah dihentikan.
Akibat kejadian tersebut, 14 orang meninggal dunia dan beberapa korban mengalami luka-luka hingga harus dirawat di rumah sakit, sementara 8 orang masih belum ditemukan.
“Status tanggap darurat mulai berlaku hari ini, dan proses penandatanganan oleh Pak Bupati untuk tujuh hari ke depan sedang berlangsung,” kata Sekda Provinsi Jabar, Herman Suryatman, pada Jumat malam (30/5/2025).
