Pernyataan Pejabat Yaman: Israel Hanya Memahami Bahasa Kekuatan
BERITA TERBARU INDONESIA, TEHERAN — Seorang pejabat senior Yaman yang berafiliasi dengan kelompok bersenjata Houthi menyatakan bahwa penggunaan kekuatan adalah satu-satunya cara untuk menghentikan agresi Israel terhadap masyarakat Palestina di Gaza. Wakil Menteri Informasi, Nasruddin Amer, menegaskan bahwa rezim Israel hanya memahami bahasa kekuatan.
“Serangan intens di Jalur Gaza hanya bisa dihentikan dengan tekanan militer terhadap rezim Zionis, karena mereka hanya menanggapi dengan kekuatan,” ungkap Wakil Menteri Informasi Yaman, Nasruddin Amer, pada Sabtu (31/5/2025) menurut laporan dari Mehr News.
- Monolog Pertama Tika Bravani: Berani Total Perankan Siti Walidah, Istri Kiai Ahmad Dahlan
- Longsor Gunung Kuda, Dedi Mulyadi Cabut Izin 3 Perusahaan Tambang di Kabupaten Cirebon
- Bertambah Lagi, Korban Tewas Longsor Gunung Kuda jadi 18 Orang
Ia melanjutkan, “Dengan pertolongan Tuhan, Angkatan Bersenjata Yaman akan menggunakan seluruh kekuatan mereka untuk memperluas cakupan konflik dan meningkatkan tekanan pada front domestik rezim pendudukan. Dengan cara ini, kita dapat mengakhiri penderitaan rakyat Gaza yang tertindas.”
Pasukan militer Yaman mengklaim bertanggung jawab atas peluncuran rudal balistik hipersonik pada Kamis malam yang ditargetkan ke bagian tengah wilayah pendudukan Israel. Mereka menyatakan bahwa serangan tersebut ditujukan ke Bandara Ben Gurion di Israel.
Juru bicara militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, menyatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh saluran televisi al-Masirah bahwa negara Arab akan melanjutkan serangannya hingga agresi Israel di Gaza berhenti dan blokade dicabut. “Kami akan terus melarang lalu lintas udara Israel ke dan dari Bandara Ben Gurion,” tambah Saree.
