Presiden Prabowo dan Menteri Diskusikan Proyek Giant Sea Wall
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat terbatas dengan sejumlah menteri terkait untuk membahas rencana pembangunan proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall guna mengantisipasi ancaman rob dan kenaikan permukaan air laut, terutama di kawasan pantai utara (Pantura) Jawa.
Informasi ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yang turut menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada hari Selasa.
“Topik rapat hari ini adalah mengenai Giant Sea Wall,” ujar Tito kepada media sebelum rapat dimulai.
Ketika ditanya apakah proyek tanggul laut ini hanya akan difokuskan di wilayah Pantura, Tito menyatakan masih menunggu penjelasan resmi dari pihak yang merancang proyek tersebut.
“Saya justru ingin mendengarkan pemaparannya. Coba tanyakan kepada Menteri PU, kalau tidak salah mereka yang memiliki desainnya,” ujar Tito.
Proyek Giant Sea Wall menjadi salah satu prioritas nasional untuk menghadapi ancaman perubahan iklim dan penurunan muka tanah yang mempengaruhi kawasan pesisir.
Pemerintah sedang mengkaji cakupan, skala, dan pendekatan strategis dalam pelaksanaannya, termasuk kemungkinan pengembangan kawasan terpadu di sepanjang garis pantai yang terdampak.
Proyek Giant Sea Wall merupakan salah satu inisiatif mega-infrastruktur yang dirancang oleh pemerintah Indonesia untuk menangani krisis lingkungan di pesisir utara Pulau Jawa.
Proyek ini meliputi pembangunan tanggul laut raksasa sepanjang 958 kilometer, membentang dari Cilegon, Banten hingga Gresik, Jawa Timur.
Tujuan utamanya adalah menangani ancaman serius berupa banjir rob dan penurunan muka tanah, terutama di kawasan Jakarta dan sekitarnya yang selama ini menjadi titik rawan.
