Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Ekonomi
  • Tingkat Ketimpangan Pengeluaran di Jawa Barat Masih Tinggi
  • Ekonomi

Tingkat Ketimpangan Pengeluaran di Jawa Barat Masih Tinggi

Maya Lestari Juni 13, 2025
ketimpangan-warga-berpengeluaran-besar-dan-kecil-di-jabar-tinggi

Tingkat Ketimpangan Pengeluaran di Jawa Barat Masih Tinggi

BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG — Ketimpangan antara warga dengan pengeluaran tinggi dan rendah atau gini ratio di wilayah Jawa Barat diperkirakan tetap tinggi hingga tahun 2024. Faktor penyebabnya antara lain adalah keragaman masyarakat dan kondisi geografis di Jawa Barat.

Kepala BPS Jawa Barat Darwis Sitorus menjelaskan, gini ratio merupakan ketimpangan pengeluaran antara penduduk dengan pengeluaran terendah dan tertinggi. Pada September 2024, gini ratio di Jawa Barat tercatat 0,248 persen.

“Pada September 2024, angka tersebut termasuk kategori sedang, namun masih di atas rata-rata nasional,” ujar Darwis saat diwawancarai, Jumat (13/6/2025).

Darwis menambahkan, ketimpangan ini disebabkan oleh keragaman penduduk Jawa Barat, yang mencapai 50,7 juta jiwa. Selain itu, secara geografis, wilayah seperti Bekasi, Bogor, dan Kabupaten Bogor berfungsi sebagai penopang ibukota Jakarta.

Di wilayah penyangga tersebut, aktivitas ekonomi tumbuh pesat, dengan banyaknya gedung tinggi dan perusahaan besar. Pengeluaran penduduk di Bekasi dan Karawang lebih tinggi dibandingkan dengan Kota Bandung, menunjukkan dinamika ekonomi yang pesat di Jawa Barat.

“Di kawasan ini, ada penduduk dengan pengeluaran tinggi yang menyebabkan angka gini ratio tinggi,” jelasnya.

Bahkan di kawasan pinggiran Bekasi, banyak warga dengan pengeluaran rendah mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan konsumsi. Darwis menyatakan, kemungkinan besar mereka berada di bawah garis kemiskinan.

“Kami melihat dari kelompok pengeluaran rendah hingga tinggi, yang menyebabkan lebarnya gini ratio di Jawa Barat,” tambahnya.

Darwis menambahkan, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat hingga September 2024 mencapai 3,67 juta jiwa. Data penduduk miskin pada Maret 2025 masih dalam tahap pengolahan dan akan diumumkan pada Juli mendatang.

Continue Reading

Previous: Cyber University Tingkatkan CLP Bersama Bank Raya, Mahasiswa Lebih Siap Hadapi Dunia Kerja
Next: Antam Siapkan Rp 7 Triliun untuk Investasi Tahun 2025, Simak Rinciannya

Related News

  • Ekonomi

Peningkatan Premi BRI Insurance Mencapai 13,3 Persen

Intan Permatasari Agustus 11, 2025
  • Ekonomi

Pesanan Naik 113 Persen di GIIAS 2025, Chery Sasar Pasar Bandung dengan Produk Baru di Mall PVJ

Rina Kartika Agustus 11, 2025
konsesi-pelabuhan-saatnya-investasi-berbicara-lebih-dari-sekadar-angka
  • Ekonomi

Konsesi Pelabuhan: Waktu untuk Investasi Membuktikan Diri Lebih dari Sekadar Angka

Intan Permatasari Agustus 10, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.