Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • lingkungan
  • Hermes hingga Nike Dituduh Mengabaikan Hak Pekerja dalam Proses Hijau
  • lingkungan

Hermes hingga Nike Dituduh Mengabaikan Hak Pekerja dalam Proses Hijau

Siti Nurhaliza Juni 14, 2025
hermes-hingga-nike-abaikan-hak-pekerja-saat-transisi-hijau

Hermes hingga Nike Dituduh Mengabaikan Hak Pekerja dalam Proses Hijau

BERITA TERBARU INDONESIA, LONDON — Merek fesyen terkemuka seperti Hermes, Nike, dan H&M diduga mengabaikan hak pekerja saat mereka beralih ke ekonomi rendah karbon. Laporan berjudul The Missing Thread oleh Business & Human Rights Resource Centre (BHRRC) menelaah 65 perusahaan mode global.

Dari 65 perusahaan, 44 berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon, namun tak satupun menerapkan kebijakan Transisi Adil.

Kebijakan Transisi Adil diperkenalkan dalam Pertemuan Perubahan Iklim PBB (COP27) di Mesir tahun 2022, bertujuan untuk memastikan pekerja tidak terpengaruh secara negatif ketika industri beralih ke ekonomi rendah karbon.

Hanya 11 perusahaan yang mengakui dampak perubahan iklim terhadap pekerja dalam kebijakan sosial dan hak asasi manusia mereka, dan hanya empat yang menyediakan panduan pengelolaan stres akibat panas.

Laporan ini mencatat bahwa hanya dua perusahaan yang menunjukkan ambisi tinggi dalam memperhatikan kesejahteraan pekerja, yaitu Inditex (pemilik Zara) dan Kering (induk Gucci).

Natalie Swan, Manajer Program Hak Pekerja di BHRRC, menegaskan bahwa dekarbonisasi tanpa melibatkan pekerja sebagai mitra kritis dan kreatif bukanlah transisi yang adil, melainkan langkah berbahaya.

Saat ini, industri tekstil global mengandalkan 98 juta ton sumber daya tak terbarukan setiap tahun, seperti minyak dan pupuk. Jika terus seperti ini, industri fesyen diperkirakan akan menyumbang lebih dari 25 persen emisi gas rumah kaca global pada 2050.

“Target iklim industri fesyen tidak berarti jika pekerja yang membuat produknya tidak dipertimbangkan. Bukan hanya harus ramah lingkungan, tetapi juga bersih dan adil,” kata Swan, seperti dilansir dari sumber lain.

Swan menegaskan bahwa perusahaan fesyen harus berhenti bersembunyi di balik slogan hijau (greenwashing) dan mulai berinteraksi serius dengan pekerja dan serikat pekerja mereka. Hak, mata pencaharian, dan keselamatan pekerja terancam oleh perubahan iklim dan respons industri terhadapnya.

“Transisi yang adil adalah tanggung jawab dan peluang penting untuk membangun industri fesyen yang lebih adil dan tangguh, bermanfaat bagi manusia dan planet,” tambah Swan.

Beberapa perusahaan seperti Nike, Hermes, H&M, Inditex, dan Kering belum memberikan komentar atas permintaan tanggapan.

Perubahan iklim sudah terasa di Asia Tenggara, dengan pekerja garmen di negara-negara seperti Bangladesh, Kamboja, Indonesia, dan Vietnam mengalami cuaca ekstrem, dari suhu udara tinggi hingga banjir bandang.

Di Bangladesh, pekerja dilaporkan pingsan akibat penyakit terkait panas karena pabrik tidak menyediakan kipas angin atau air minum yang memadai. Kondisi serupa juga terjadi di Kamboja, dengan suhu sering melebihi 39 derajat Celsius selama gelombang panas tahun 2022.

Continue Reading

Previous: Perusahaan JK Membutuhkan 20 Insinyur, 20 Ribu Melamar, Waketum MUI: Ini Menunjukkan Banyak Lulusan Menganggur
Next: Penerapan Co-Payment dalam Asuransi Kesehatan, Ini Rekomendasi dari Indef

Related News

monyet-gemoy-buat-resah-warga-kota-cimahi
  • lingkungan

Monyet Besar Ganggu Warga Kota Cimahi

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
truk-terguling-diduga-jadi-penyebab-munculnya-busa-di-sungai-cimeta-2
  • lingkungan

Truk Terguling Diduga Menjadi Sumber Busa di Sungai Cimeta

Siti Nurhaliza Agustus 10, 2025
kapolri-sebut-modifikasi-cuaca-efektif-tekan-karhutla-di-kalbar
  • lingkungan

Kapolri Sampaikan Keberhasilan Modifikasi Cuaca dalam Mengurangi Karhutla di Kalbar

Maya Lestari Agustus 8, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.