Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Perusahaan JK Membutuhkan 20 Insinyur, 20 Ribu Melamar, Waketum MUI: Ini Menunjukkan Banyak Lulusan Menganggur
  • Berita

Perusahaan JK Membutuhkan 20 Insinyur, 20 Ribu Melamar, Waketum MUI: Ini Menunjukkan Banyak Lulusan Menganggur

Andi Pratama Juni 14, 2025
perusahaan-jk-butuh-20-insinyur-pendaftarnya-20-ribu-waketum-mui-tanda-sarjana-banyak-menganggur

Perusahaan JK Membutuhkan 20 Insinyur, 20 Ribu Melamar, Waketum MUI: Ini Menunjukkan Banyak Lulusan Menganggur

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Buya Anwar Abbas menyatakan bahwa ketika perusahaan milik Jusuf Kalla mengumumkan lowongan untuk 20 insinyur, ternyata ada 23 ribu orang yang melamar.

Hal ini merupakan indikasi bahwa banyak lulusan perguruan tinggi, terutama insinyur, yang masih menganggur atau belum mendapatkan pekerjaan sesuai harapan mereka.

Buya Anwar menegaskan, situasi ini perlu menjadi perhatian bersama. Jika banyak lulusan menganggur atau bekerja di bidang yang tidak diminati atau dikuasai, berbagai dampak negatif bisa terjadi.

Di antaranya adalah meningkatnya angka kemiskinan dan kriminalitas, serta rendahnya tingkat produktivitas mereka sebagai anggota masyarakat.

“Untuk mengatasi masalah ini, kami berharap pemerintah, DPR, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan perguruan tinggi dapat bekerja sama mencari solusi,” ujar Buya Anwar kepada BERITA TERBARU INDONESIA, Sabtu (14/6).

Menurut Buya Anwar yang juga pengamat sosial ekonomi dan keagamaan, ada beberapa hal yang perlu dibahas. Pertama, bagaimana mendinamisasikan ekonomi nasional.

Agar jumlah lapangan kerja baru meningkat signifikan sehingga mereka yang menganggur dapat terserap dalam dunia kerja.

Kedua, bagaimana pemerintah benar-benar mendukung agar usaha dan produksi dalam negeri dapat menjadi tuan rumah di negara sendiri.

Saat ini, usaha dan produksi dalam negeri sering kalah bersaing dengan barang impor, sehingga permintaan terhadap produk dalam negeri menurun, memaksa dunia usaha melakukan PHK atau menutup perusahaan secara sementara atau permanen.

Continue Reading

Previous: Kisah Guru SLB yang Menjemput Siswa Difabel di Pelosok Bandung Barat
Next: Hermes hingga Nike Dituduh Mengabaikan Hak Pekerja dalam Proses Hijau

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.