Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Kisah Guru SLB yang Menjemput Siswa Difabel di Pelosok Bandung Barat
  • Berita

Kisah Guru SLB yang Menjemput Siswa Difabel di Pelosok Bandung Barat

Agus Santoso Juni 14, 2025
cerita-guru-slb-jemput-bola-siswa-difabel-di-pelosok-bandung-barat

Kisah Guru SLB yang Menjemput Siswa Difabel di Pelosok Bandung Barat

BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG — Reni merupakan salah satu dari sedikit tenaga pendidik SLB di Indonesia. Guru dari SLB Budi Mulya, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat ini bahkan berani mengambil inisiatif ‘jemput bola’ untuk mengajar anak didiknya yang berada di pelosok desa.

Reni berbagi cerita mengenai perjuangannya dalam mendidik siswa difabel di sekolahnya. Dia menjelaskan bahwa mayoritas siswa difabel di sekolah tersebut berasal dari keluarga kurang mampu.

Karena itu, banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk datang ke sekolah, terutama mereka yang tinggal di pelosok Kecamatan Gununghalu. Jarak yang jauh membuat mereka harus mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Dalam kondisi ini, Reni dan para guru lainnya memilih untuk menjemput bola dengan mengunjungi para siswa di rumah mereka dan melaksanakan kegiatan belajar di sana. Selain itu, para siswa hanya bersekolah tiga hari dalam seminggu.

“Tantangannya adalah jarak, karena ada orang tua siswa yang tidak mampu, jadi dalam satu pekan mereka hanya bisa hadir tiga hari,” ujar Reni ketika ditemui di acara bakti sosial yang diadakan oleh Petrus Adam Santosa, pemilik Javaretro, di rumah Bhineka, Jalan Hercules, Kota Bandung, Sabtu (14/6/2025).

Di tempatnya mengajar, Reni menyatakan bahwa SLB tersebut memiliki jenjang TK, SD, SMP, dan SMA dengan total siswa mencapai 99 orang. Para siswa tersebut merupakan difabel dengan kondisi tunagrahita, tunadaksa, dan tunanetra.

Meski memiliki keterbatasan, semangat belajar para siswa sangat tinggi. Banyak siswa yang tetap ingin belajar meskipun sedang libur dan ingin berlama-lama di sekolah.

“Semangat mereka tinggi, libur sehari saja ada yang menelepon ingin sekolah, kalau pulang jam 10.00 WIB, mereka masih bertahan di sekolah hingga pulang jam 12.00 WIB,” ungkap Reni.

Continue Reading

Previous: Kemenangan atas Iran, Timnas Voli Putri Indonesia Tempati Posisi Kelima di AVC Nations Cup 2025
Next: Perusahaan JK Membutuhkan 20 Insinyur, 20 Ribu Melamar, Waketum MUI: Ini Menunjukkan Banyak Lulusan Menganggur

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.