Indeks Saham Syariah Naik 7 Persen, BEI Belum Berencana Tambah Indeks Baru
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Indeks saham syariah di Indonesia terus menunjukkan tren positif meskipun menghadapi tantangan ekonomi global. Hingga pertengahan 2025, pertumbuhan indeks ini sudah melampaui 7 persen. Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) belum akan memperkenalkan indeks baru dalam waktu dekat.
Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ini mencerminkan daya tahan dan daya saing saham-saham syariah yang terdaftar di bursa. Menurutnya, kinerja ini sesuai dengan ekspektasi dari otoritas bursa.
“Jika kinerja indeks saham syariah baik, tentu itu sesuai dengan harapan kita. Karena investasi syariah secara manajemen risiko lebih baik,” kata Jeffrey dalam acara Sharia Investment Week 2025 di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/6/2025).
Ia menambahkan bahwa saham-saham syariah dalam indeks telah melalui proses seleksi ketat berdasarkan prinsip syariah. BEI memastikan bahwa pemilihan saham tidak hanya memenuhi kriteria keuangan, tetapi juga etis secara substansi.
“Pemilihan saham syariah sudah melalui proses manajemen risiko yang lebih baik. Itu yang kita harapkan,” ujarnya.
Saat ini, BEI memiliki beberapa indeks syariah utama seperti Jakarta Islamic Index (JII), JII70, dan IDX Sharia Growth. Ketiganya berfungsi sebagai acuan performa pasar serta dasar pengembangan produk reksa dana syariah dan derivatif pasar modal berbasis syariah.
Meski demikian, Jeffrey menyatakan bahwa belum ada rencana dalam waktu dekat untuk menambah indeks syariah baru. BEI masih memfokuskan perhatian pada penguatan indeks yang ada, termasuk memperluas pemanfaatannya oleh investor institusi dan ritel.
Peluang inovasi tetap terbuka. “Tentunya kalau kinerja indeks saham syariah baik, itu sesuai dengan harapan kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa potensi ekspansi indeks akan bergantung pada dinamika kebutuhan pasar. Kinerja positif indeks syariah turut menjadi indikator meningkatnya minat terhadap investasi berbasis prinsip Islam. Semakin banyak investor ritel yang tertarik masuk ke pasar modal syariah, permintaan terhadap acuan indeks yang lebih spesifik bisa saja meningkat ke depannya.
