Xi Jinping Berdiskusi Perang Iran-Israel dengan Vladimir Putin Melalui Telepon, Dorong Upaya Diplomasi
BERITA TERBARU INDONESIA, BEIJING — Presiden China, Xi Jinping, mendorong inisiatif diplomasi untuk menurunkan eskalasi ketegangan antara Israel dan Iran. Berdasarkan laporan dari Xinhua, Kamis (19/6/2025), Xi menyampaikan dorongan ini saat berbincang melalui telepon dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Tanpa menyebutkan Amerika Serikat secara langsung, Xi menekankan bahwa negara-negara besar dengan pengaruh signifikan di kawasan tersebut harus mengambil langkah diplomatik untuk meredakan situasi. Xi Jinping juga menyoroti peran Israel dalam usaha gencatan senjata.
- Netanyahu Akui Kerusakan yang Menyakitkan Akibat Serangan Iran
- China Mengingatkan AS, Ancaman dan Tekanan Terhadap Iran Hanya Akan Memperluas Konflik
- Antusiasme Penumpang Transjabodetabek D41, ‘Kita Tahu Jalur Sawangan Itu Seperti Jalur Maut’
Sebelumnya, Beijing mengkritik pendekatan yang dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dinilai dapat memperburuk situasi di Timur Tengah dengan ancaman terhadap Iran. Diketahui, Trump terus melancarkan retorika terhadap Iran baik melalui pernyataan pers maupun media sosial.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, dalam konferensi pers di Beijing pada Selasa (17/6/2025) mengatakan, “Memanasnya kawasan Timur Tengah tidak menguntungkan siapa pun. Mengobarkan api, menggunakan ancaman, dan memberikan tekanan tidak akan membantu meredakan situasi, hanya akan memperburuk ketegangan dan memperluas konflik.”
Pada Senin (16/6/2025), Donald Trump melalui media sosialnya, Truth Social, menyatakan bahwa Iran harus setuju pada suatu “kesepakatan”.
“Iran seharusnya menandatangani ‘kesepakatan’ yang saya usulkan. Ini sungguh memalukan dan membuang-buang nyawa manusia. Singkatnya, IRAN TIDAK BOLEH MEMILIKI SENJATA NUKLIR. Saya sudah mengatakannya berulang kali!” tulis Trump.
