Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • politik
  • Kashmir Menjadi Pusat Perhatian Hubungan India-Israel: Akankah Menjadi Seperti Gaza?
  • politik

Kashmir Menjadi Pusat Perhatian Hubungan India-Israel: Akankah Menjadi Seperti Gaza?

Dewi Anjani Mei 1, 2025
kashmir-di-pusat-hubungan-india-israel-bakal-seperti-gaza

Kashmir Menjadi Pusat Perhatian Hubungan India-Israel: Akankah Menjadi Seperti Gaza?

BERITA TERBARU INDONESIA, MUMBAI – Kepentingan untuk menguasai wilayah Kashmir menjadi salah satu faktor yang mendorong pemerintahan India untuk mendekat ke Tel Aviv. Setelah serangan April lalu, muncul kekhawatiran bahwa Kashmir akan diperlakukan seperti Gaza.

Setelah mencapai kemerdekaan pada 15 Agustus 1947, India memberikan suara menentang resolusi Majelis Umum PBB terkait pembagian Palestina pada 29 November 1947. India mengakui Israel setelah semua tetangga Arab Israel menandatangani gencatan senjata dengan negara Yahudi tersebut.

Kontak pertama Jawaharlal Nehru dengan Israel terjadi pada tahun 1962 ketika ia menulis surat kepada Perdana Menteri Israel, David Ben-Gurion, selama perang dengan Cina. Nehru secara rahasia meminta bantuan senjata dan amunisi dari Israel, namun permintaan tersebut ditolak oleh Ben-Gurion.

India kembali menghubungi Israel selama perang tahun 1971 dengan Pakistan. Meskipun AS mendukung Pakistan, Israel memilih untuk memenuhi permintaan bantuan dari India.

Pada tahun 1988, India menjadi salah satu negara pertama yang mengakui Negara Palestina setelah PLO mendeklarasikan kemerdekaan. Pada tahun 1996, India membuka Kantor Perwakilannya di Gaza, yang kemudian dipindahkan ke Ramallah.

Pada 1999, terjadi perang Kargil di mana Pakistan dan India saling berebut wilayah perbatasan di Jammu-Kashmir. Pada 3 Mei 1999, India merasa pasukan Pakistan hendak memasuki wilayah tersebut dan melancarkan serangan balasan yang diberi nama sandi Operasi Vijay. Namun, pasukan India mengalami kesulitan karena peralatan militer dan teknis yang sudah ketinggalan zaman.

India meminta bantuan, tetapi menghadapi embargo teknologi, ekonomi, dan senjata dari negara-negara yang dipimpin oleh AS karena uji coba senjata nuklirnya pada tahun 1998. Satu-satunya negara yang secara terbuka mendukung India adalah Israel.

Israel membantu India dengan mortir dan amunisi, bahkan memberikan Angkatan Udara India rudal berpemandu laser untuk jet tempur Mirage 2000H miliknya.

Berdasarkan buku The Evolution of India’s Israel Policy oleh Nicolas Blarel, Israel menghadapi tekanan dari AS dan komunitas internasional untuk menunda pengiriman peralatan pertahanan ke India, namun tetap mengirimkan senjata yang sangat dibutuhkan tepat waktu.

Tidak hanya itu, Israel juga menyediakan foto-foto dari satelit militernya untuk mencari posisi strategis Angkatan Darat Pakistan. India, sebagai pemimpin Gerakan Non-Blok selama era Perang Dingin, memelihara hubungan dekat dengan dunia Arab dan Uni Soviet, yang berarti India tidak mendukung rezim kolonial seperti Israel atau apartheid seperti Afrika Selatan.

Setelah perang Kargil, pemerintahan BJP yang dipimpin oleh Atal Bihari Vajpayee mengirim Menteri Luar Negeri Jaswant Singh ke Israel untuk kunjungan bilateral pertama pada tahun 2000. LK Advani, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri, juga melakukan kunjungan ke Israel pada tahun yang sama.

India merasa perlu memodernisasi infrastruktur pertahanannya yang rapuh setelah perang Kargil dan meminta bantuan Israel yang terkenal dengan teknologi pertahanannya yang canggih. India menandatangani perjanjian pertahanan pertama dengan Israel pada tahun 2000 untuk sistem rudal permukaan-ke-udara Barak-1.

Pada 2003, Ariel Sharon menjadi Perdana Menteri Israel pertama yang mengunjungi India. Meskipun Sharon harus mempersingkat kunjungannya karena serangan di Tel Aviv, Wakil Perdana Menterinya Yosef Lapid menyatakan bahwa: “India dan Israel memiliki hubungan dekat dalam bidang pertahanan dan Israel adalah pemasok senjata terbesar kedua ke India.”

Continue Reading

Previous: Gagasan Dedi Mengenai Vasektomi Sebagai Syarat Bansos, Mensos: Sedang Dalam Kajian Mendalam
Next: Ketua Umum Persis Sebut Syarat Vasektomi untuk Bansos Kurang Tepat: Gubernur Tidak Bijaksana

Related News

kunjungan-balasan-presiden-peru-dina-boluarte-akan-bertemu-prabowo-di-istana
  • politik

Kunjungan Resmi, Presiden Peru Dina Boluarte Bertemu Prabowo di Istana

Maya Lestari Agustus 11, 2025
setelah-ingin-caplok-gaza-kini-israel-hendak-gulingkan-otoritas-palestina
  • politik

Setelah Berniat Caplok Gaza, Kini Israel Ingin Gulingkan Otoritas Palestina

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
prabowo-indonesia-butuh-pertahanan-kuat-di-tengah-gejolak-global
  • politik

Prabowo: Pentingnya Pertahanan Tangguh untuk Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.