Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • politik
  • Trump: Iran Tidak Memerlukan Program Nuklir Karena Kaya Minyak
  • politik

Trump: Iran Tidak Memerlukan Program Nuklir Karena Kaya Minyak

Agus Haryanto Mei 5, 2025
trump-iran-tak-perlu-program-nuklir-karena-punya-banyak-minyak

Trump: Iran Tidak Memerlukan Program Nuklir Karena Kaya Minyak

BERITA TERBARU INDONESIA, WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (4/5/2025) menyatakan bahwa pihaknya sedang berusaha untuk ‘pelucutan total’ terhadap program nuklir Iran. Meski demikian, ia mengakui bahwa Iran tetap ingin melanjutkan program nuklirnya untuk kepentingan sipil.

‘Energi sipil, itulah sebutan untuk program nuklir Iran. Namun, kita tahu bahwa energi sipil sering kali dapat berujung pada konflik militer. Kami tidak ingin mereka memiliki senjata nuklir. Ini adalah kesepakatan yang sangat jelas. Pelucutan total – itulah tujuan kami,’ ujar Trump.

Trump juga menambahkan bahwa Iran sebenarnya tidak memerlukan program nuklir sipil karena Teheran memiliki cadangan minyak bumi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energinya sendiri.

Sebelumnya, pada Kamis (1/5/2025), Menteri Luar Negeri Oman Sayyid Badr bin Hamad bin Hamood Albusaidi menyatakan bahwa putaran keempat negosiasi nuklir antara AS dan Iran, yang semula dijadwalkan pada 3 Mei, ditunda karena alasan logistik. Putaran pertama negosiasi nuklir ini diadakan di Muscat, ibu kota Oman, pada 12 April.

Putaran kedua dilakukan di Roma pada 19 April dengan mediasi dari Oman, dan putaran ketiga berlangsung di Muscat pada 26 April. Iran telah menandatangani kesepakatan nuklir dengan China, Prancis, Rusia, Inggris, AS, dan Jerman, serta Uni Eropa pada tahun 2015, yang mewajibkan Iran untuk mengurangi program nuklirnya dengan imbalan pengurangan sanksi.

Namun, AS menarik diri dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018 selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump dan memberlakukan kembali sanksi terhadap Teheran, yang akhirnya menyebabkan kesepakatan tersebut runtuh. Sebagai tanggapan, Iran mengumumkan akan mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan itu dengan mengabaikan pembatasan pada penelitian nuklir dan tingkat pengayaan uranium.

Continue Reading

Previous: Khofifah Hapus Batas Usia Kerja, INDEF: Dampaknya Positif
Next: Mencari Pahala di Masjid Nabawi, Raudhah, dan Quba

Related News

kunjungan-balasan-presiden-peru-dina-boluarte-akan-bertemu-prabowo-di-istana
  • politik

Kunjungan Resmi, Presiden Peru Dina Boluarte Bertemu Prabowo di Istana

Maya Lestari Agustus 11, 2025
setelah-ingin-caplok-gaza-kini-israel-hendak-gulingkan-otoritas-palestina
  • politik

Setelah Berniat Caplok Gaza, Kini Israel Ingin Gulingkan Otoritas Palestina

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
prabowo-indonesia-butuh-pertahanan-kuat-di-tengah-gejolak-global
  • politik

Prabowo: Pentingnya Pertahanan Tangguh untuk Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.