Menteri Agama Ajak ICMI Dukung Realisasi Trilogi Kerukunan di Indonesia
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menteri Agama Prof Dr Nasaruddin Umar MA mengajak seluruh pengurus dan anggota Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) untuk mendukung Kementerian Agama (Kemenag) dalam mewujudkan Trilogi Kerukunan antarumat beragama di Indonesia, dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan yang mereka miliki.
“Trilogi kerukunan tersebut meliputi hubungan di antara sesama umat Islam, dengan pemeluk agama lain, juga antara manusia dan alam serta hubungannya dengan Tuhan, yang semuanya harus harmonis untuk mencapai kerukunan. Saya yakin anggota ICMI mampu melaksanakan hal ini,” ujar Menag di hadapan ratusan tokoh dan cendekiawan Muslim dalam acara Silaturahim Kebangsaan ICMI yang dikemas dalam Halal Bi Halal ICMI dan Silaturahmi Tokoh Bangsa pada Senin (5/5/2025) malam di Auditorium HM Rasyidi, Kementerian Agama, Jl Kebon Sirih No. 85 Jakarta Pusat.
Menag menambahkan, saat ini dunia memiliki ekspektasi tinggi terhadap umat Islam di Indonesia untuk memimpin peradaban dunia.
“Banyak negara yang berharap Indonesia dapat membangun masjid seperti Istiqlal di negara mereka. Masjid Istiqlal dipandang sebagai role model masjid yang mampu menghadirkan kebersamaan tak hanya di antara umat Muslim, tetapi juga dengan pemeluk agama lain,” kata Menag.
Ia juga menyebutkan, Mesir berharap agar Indonesia menjadi pemimpin peradaban dunia Islam saat ini karena Indonesia dianggap mampu menghadirkan kedamaian dalam keberagaman bangsa.
“Kita bersyukur menjadi Muslim di Indonesia meskipun tidak ada nabi yang dibangkitkan di sini, namun pengamalan Islam cukup baik dan mayoritas penduduknya beragama Islam yang dibimbing dengan baik oleh ustaz dan ulama,” tambah Menag.
Syukur ini juga karena meskipun dengan keragaman budaya dan bahasa, Indonesia mampu menghindari konflik. “Karena itu, kita harus bersyukur menjadi Muslim di Indonesia,” tegasnya.
Ketua Umum ICMI, Prof Dr Arif Satria SP M.Si, menyampaikan bahwa capaian ICMI pada periode 2021-2026 cukup signifikan dengan berbagai program. ICMI telah menyelesaikan pembangunan dan renovasi Gedung ICMI Center.
Selain itu, dibangun pula Masjid dan Pondok Pesantren ICMI, pembenahan data base anggota ICMI, Lazis ICMI, Pokja Beasiswa ICMI, pembentukan Halal Center, Pokja Pangan dan Koperasi.
Ia juga menyoroti pembangunan dan pembinaan Desa Cendekia ICMI, pembentukan Badan Reaksi Cepat (Baret ICMI), penerbitan Jurnal Ulumul Quran serta Dialektika ICMI.
Arif menjelaskan bahwa inovasi dan karya ICMI adalah bagian dari pengamalan konsep ulul albab dalam Alquran. “Inovasi menurut Alquran berasal dari kekuatan zikir dan pikir. Itulah yang disebut ulul albab,” jelas Arif.
Menurutnya, cendekiawan Muslim juga ditantang untuk mengatasi dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan perubahan iklim dunia yang sangat berpengaruh bagi kehidupan umat manusia.
“Prof Emil Salim pernah menelepon Ketum ICMI untuk menanyakan secara khusus bagaimana ICMI menyikapi hal tersebut. Ini menunjukkan bahwa beliau berharap ICMI dapat berkontribusi dalam mengantisipasi hal itu,” kata Arif.
Dalam kesempatan itu, Arif menyampaikan terima kasih kepada Menag yang selalu mendukung kegiatan ICMI. Ia juga mengapresiasi kehadiran mantan menteri pendidikan dan kebudayaan Wardiman Djojonegoro yang tetap hadir di acara ICMI malam itu, meski sudah berusia 99 tahun.
Acara tersebut juga dihadiri oleh tokoh bangsa dan cendekiawan ICMI seperti Prof Jimly Asshiddiqie SH, MH, Dr Marwah Daud, jajaran Pengurus Pusat ICMI, serta pengurus Orwil dan Orda ICMI. Acara dimeriahkan oleh penyanyi religi Haddad Alwi serta Qori Internasional, Ustadz Syamsuri Firdaus.
ICMI akan terus hadir untuk memberikan solusi dan kontribusi terbaik bagi bangsa Indonesia. Sebagai organisasi yang berlandaskan keislaman dan keindonesiaan berbasis kecendekiaan, ICMI akan terus berperan aktif mendorong kebaikan untuk bangsa dan negara.
