Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Makna Tersembunyi dari Ibadah Haji
  • Berita

Makna Tersembunyi dari Ibadah Haji

Rizky Maulana Mei 12, 2025
makna-tersirat-haji

Makna Tersembunyi dari Ibadah Haji

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Alhamdulillah, tahun ini rangkaian pelaksanaan ibadah haji telah dimulai. Gelombang calon jamaah haji dari Indonesia sudah diberangkatkan sejak awal bulan Mei ini. Sekitar 220 ribu orang dari Indonesia akan menjadi tamu Allah untuk musim haji 1446 H/2025 M.

Haji adalah kewajiban sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat, termasuk kemampuan (istitha’ah). Selama menjalani haji, jamaah harus mengenakan ihram dari mikat; kemudian bermalam di Muzdalifah dan Mina; melempar jumrah; dan melakukan tawaf wada.

  • Menperin Tegaskan Reformasi TKDN Bukan Karena Tekanan Negara Lain
  • Perundingan AS-Hamas: Bantuan Kemanusiaan akan Masuk Gaza Palestina
  • Eks Pejabat Israel: Trump Bakal Paksa Netanyahu Akui Palestina

Penghambaan

Jamaah haji sering kali disebut sebagai tamu Allah, karena yang bisa mengunjungi Baitullah, Masjidil Haram, hanyalah mereka yang telah diberi kemampuan oleh-Nya. Ada kalanya seseorang yang kaya tidak memiliki keinginan untuk melaksanakan rukun Islam kelima ini. Sebaliknya, banyak kisah tentang orang miskin yang mendapat kesempatan untuk berhaji.

Kalimat talbiyah, Labaikallah humma labaik, melambangkan kesiapan untuk memenuhi panggilan Allah. Dengan menjadi tamu-Nya, seseorang mengakui dirinya sebagai hamba. Sungguh, segala puji, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.

Kesabaran

Haji adalah ibadah yang menuntut kesiapan, baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, salah satu aspek istitha’ah adalah kemampuan jasmani dan rohani. Tidak cukup hanya dengan kemampuan finansial untuk memenuhi biaya perjalanan pergi-pulang.

Hampir semua prosesi haji memerlukan kesabaran. Ritual seperti tawaf, sai, atau wukuf akan terasa berat tanpa ketabahan. Itu pula yang diteladankan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail—dua tokoh mulia yang membangun Baitullah.

Continue Reading

Previous: Paus Leo XIV Dorong Gencatan Senjata di Gaza
Next: Premanisme Bertopeng Ormas, Kemenkopolkam: Penegakan Hukum dan Pembinaan Wajib

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.