Keutamaan Sholat di Hotel Makkah Setara dengan di Masjidil Haram
Jamaah haji Indonesia yang sudah lanjut usia dan memiliki risiko kesehatan tinggi disarankan untuk tidak memaksakan diri melaksanakan sholat setiap waktu di Masjidil Haram. Jamaah dapat tetap melakukan ibadah di masjid-masjid sekitar penginapan atau mushola yang ada di hotel.
Mustasyar Dinny KH Abdul Moqsith Ghazali menyampaikan bahwa ada pandangan dari ulama yang menyatakan bahwa seluruh wilayah di Tanah Haram dianggap bagian dari Masjidil Haram. Oleh karena itu, para lansia tidak perlu khawatir akan kehilangan keutamaan beribadah di Haram. “Untuk yang masih muda dan sehat, dianjurkan tetap sholat di Masjidil Haram,” katanya pada Jumat (23/5/2025).
Pendapat serupa disampaikan oleh pembimbing ibadah jamaah haji, Kiai Abdul Malik. Beliau menyatakan, “Ulama kita selalu menyebutkan bahwa tempat sholat di Tanah Haram semuanya dianggap Masjid Haram, sehingga pahala sholat di seluruh tempat di Haram sama dengan sholat di Masjidil Haram,” ujarnya.
Menurut Imam Jalaluddin as-Suyuti, yang dimaksud dengan Masjidil Haram adalah seluruh Tanah Haram. Oleh karena itu, menurut Imam Jalaluddin as-Suyuthi, pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah tidak hanya berlaku di Masjidil Haram saja, tetapi mencakup seluruh Tanah Haram.
“Sesungguhnya pelipatgandaan pahala di Tanah Haram Makkah tidak terbatas pada Masjidil Haram tetapi mencakup seluruh Tanah Haram,” jelas Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam kitabnya.
Pandangan Imam Jalaluddin as-Suyuthi tersebut sejalan dengan pandangan mayoritas ulama. Hal ini dapat dipahami dari penjelasan dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah.
“Madzhab Hanafi dalam pendapat yang masyhur, Madzhab Maliki dan Syafi’i berpendapat bahwa pelipatgandaan (pahala di Tanah Haram Makkah) itu mencakup seluruh Tanah Haram Makkah,” ujar Kiai Malik.
Ia mengutip sumber dari riwayat Wizarah al-Awqaf wa asy-Syu’un al-Islamiyyah, al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah.
