Investigasi Ungkap Strategi Israel Gunakan Warga Palestina sebagai Perisai Manusia
BERITA TERBARU INDONESIA, GAZA – Penyelidikan terbaru dari Associated Press (AP) menyoroti penggunaan sistematis warga Palestina oleh militer Israel sebagai perisai manusia.
Praktik ini melanggar hukum internasional, namun dilaporkan meluas selama konflik Israel yang telah berlangsung 20 bulan di Gaza serta operasi militer di Tepi Barat yang diduduki.
- Video Terbaru Operasi Batu Daud Al-Qassam: Tank Merkava Terbakar Dihajar Rudal Yasin
- Pawai Ekstremis Yahudi di Al-Aqsa, Media Israel: Hanya Negara Sakit yang Rayakan Genosida
- Masjid Al Aqsa di Ambang Bahaya, Netanyahu Seakan Mengejek Arab yang Bungkam tak Berdaya?
Dikutip dari Days of Palestine, laporan AP ini mencakup kesaksian tujuh warga Palestina yang mengungkapkan bahwa mereka digunakan sebagai perisai, serta konfirmasi dari dua perwira militer Israel bahwa praktik ini lazim terjadi.
Militer Israel menyatakan bahwa penggunaan warga sipil sebagai perisai dilarang keras dan beberapa insiden sedang dalam penyelidikan.
Bagaimana Israel Memanfaatkan Perisai Manusia?
Hukum humaniter internasional mendefinisikan perisai manusia sebagai penggunaan warga sipil, baik secara sukarela maupun tidak, untuk melindungi target militer dari serangan, yang secara tegas dilarang.
Meski demikian, pasukan Israel diduga sering menggunakan perisai manusia selama konflik di Gaza.
BACA JUGA: Ketika Mantel Angin Gagal Total Lindungi Tank Israel dari Senjata Pejuang Gaza
Pada awal 2024, surat kabar Israel Haaretz melaporkan seorang tentara yang menyatakan hal ini dilakukan hingga enam kali sehari di unitnya, dan menjadi hal yang biasa di kalangan militer Israel.
Laporan sebelumnya dari Haaretz mengungkapkan bahwa warga Palestina yang menjadi perisai kebanyakan adalah pemuda, terkadang ditahan hingga seminggu, dan dikirim ke terowongan atau bangunan, dengan unit-unit yang membanggakan tindakan tersebut.
