Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • kriminal
  • Aipda Robig Mengisahkan Kronologi Penembakan Gamma, Klaim Sesuai Prosedur
  • kriminal

Aipda Robig Mengisahkan Kronologi Penembakan Gamma, Klaim Sesuai Prosedur

Agus Santoso Juni 19, 2025
aipda-robig-ungkap-detik-detik-penembakan-gamma-klaim-sesuai-prosedur

Aipda Robig Mengisahkan Kronologi Penembakan Gamma, Klaim Sesuai Prosedur

BERITA TERBARU INDONESIA, SEMARANG — Aipda Robig Zaenudin, anggota Polrestabes Semarang yang menjadi terdakwa dalam kasus penembakan tiga siswa SMKN 4 Semarang, menjalani pemeriksaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (17/6/2025). Dalam persidangan tersebut, Aipda Robig membela tindakannya menembak tiga siswa yang menyebabkan satu di antaranya, yakni Gamma Rizkynata Oktafandy, tewas.

Aipda Robig, mengikuti permintaan jaksa penuntut umum (JPU), menceritakan kronologi sebelum, saat, dan sesudah penembakan. Ia memaparkan bahwa pada Sabtu, 23 November 2024, pukul 22:35 WIB, dirinya meninggalkan Mapolrestabes Semarang untuk pulang ke rumah orang tuanya dengan sepeda motor.

Saat melintas di depan sebuah Alfamart di Jalan Candi Penataran, Kalipancur, Ngaliyan, Kota Semarang, Robig mengatakan ada sepeda motor yang mengambil jalur arah berlawanan dan nyaris menabraknya. Kejadian itu terjadi pada Ahad, 24 November 2024, sekitar pukul 00:19 WIB.

Robig kemudian berhenti di bahu jalan. Ada tiga sepeda motor lain yang mengikuti atau mengejar sepeda motor pertama. “Saya lihat sepeda motor kedua mengayunkan senjata tajam ke arah sepeda motor pertama. Saat itu melintas sepeda motor ketiga, diikuti sepeda motor keempat,” ujarnya.

Robig melihat sepeda motor pertama yang dikejar masuk ke dalam gang di seberang masjid. Ketiga sepeda motor yang mengejar kemudian berbalik arah. Robig lantas memalangkan sepeda motornya di tengah jalan. “Saya parkir sepeda motor di depan Alfamart. Saya turun, saya berjalan, saya keluarkan senjata api,” katanya.

Saat ketiga sepeda motor melaju ke arahnya, Robig mengklaim melepaskan tembakan peringatan ke arah pukul 11. Dia juga meneriakkan kata “polisi”.

“Saya teriak ‘polisi’, namun sepeda motor terus melaju dan semakin kencang. Saya suruh berhenti, namun mereka tetap melaju dan mengacungkan senjata tajam ke arah saya,” kata Robig.

Saat ketiga motor semakin dekat, Robig memutuskan melepaskan tembakan. “Saya tembak ke arah bawah satu kali, kemudian melintas sepeda motor ketiga, saya tembak juga ke arah bannya karena saya lihat dia tidak membawa senjata tajam. Kemudian setelah motor (ketiga) melintas, ada sepeda motor keempat yang hampir menabrak saya. Saya mundur satu langkah, sambil jatuh saya tembak satu kali,” jelasnya.

“Sepeda motor keempat, pembonceng yang di belakang membawa senjata tajam, diacungkan ke saya juga,” lanjut Robig.

Mendengar penjelasan ini, JPU mempertanyakan, mengapa tembakan ke arah bawah itu justru mengenai tubuh Gamma Rizkynata Oktafandy, tepatnya di bagian panggul. “Kan seharusnya tahu kalau ke arah kaki, naik sepeda motor kan kakinya di bawah. Tembakan saudara itu kenanya di daerah pinggang, daerah panggul. Berarti kan langsung ke badannya,” kata JPU.

“Saya arahnya ke kaki. Mungkin karena hentakan senjata itu, karena saya menembak itu bukan double action, single action, jadi ada hentakannya,” jawab Robig merespons pernyataan JPU.

JPU pun mempertanyakan kepada Robig mengapa para korban tiba-tiba mengacungkan senjata tajam ke arahnya. “Saya tidak tahu. Saat itu saya teriak ‘polisi’. Sebelum sepeda motor kedua melintas, saya sudah kasih tembakan peringatan satu kali dan saya teriak ‘polisi, polisi’,” ucapnya.

Robig merasa tindakannya menembak ketiga motor yang melaju ke arahnya tidak melanggar SOP. “Saya sudah memberikan tembakan peringatan satu kali dan sudah memperkenalkan identitas saya sebagai anggota Polri,” ujarnya.

Robig mengaku, dia tidak tahu orang-orang yang menumpang tiga sepeda motor tersebut adalah anak-anak. “Malam itu tidak terlihat seperti anak-anak karena postur tubuhnya juga terlihat tinggi semua,” kata Robig.

Setelah melakukan penembakan, Robig mengatakan berusaha mengejar dan mencari ketiga sepeda motor yang ditumpangi para korban. Selain Gamma, ada dua siswa SMKN 4 Semarang yang mengalami luka, yakni SA dan AD. Satu peluru menggores dada SA dan mengenai tangan kiri AD.

Robig mengungkapkan, dia mencari ketiga sepeda motor tersebut hingga kembali ke Mapolrestabes Semarang. “Saat itu saya mau laporan, tapi saya belum yakin (tembakan) kena atau tidak, dan korbannya siapa,” ujarnya.

Karena belum yakin, Robig kemudian memutar arah dan melanjutkan pencariannya dengan menyusuri jalan ke arah Sam Po Kong. Saat itu dia melihat satu sepeda motor yang ditumpangi tiga orang. Melihat hal itu, Robig segera menghampirinya. “Saya tanya, ‘kenapa?’. Pembonceng yang nomor 3 menjawab kena tembak,” ucap Robig.

Robig kemudian bertanya apakah mereka yang sempat melintas di Jalan Candi Penataran, Kalipancur. Namun Robig menyebut ketiganya membantah. Setelah itu, Robig berjalan beriringan dengan sepeda motor tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr Kariadi.

Korban yang berada di sepeda motor tersebut adalah Gamma. Setibanya di RSUP Dr Kariadi, Gamma dibawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan medis. Dari RS, Robig mengaku kembali ke Mapolrestabes Semarang untuk melaporkan peristiwa penembakan tersebut.

Gamma meninggal di RSUP Dr Kariadi pada Ahad, 24 November 2024, sekitar pukul 01:58 WIB.

Continue Reading

Previous: Tantangan Jaringan dalam Pembangunan PLTS di Lahan Bekas Tambang
Next: Penduduk Muara Baru Menantikan Penyelesaian Krisis Air Bersih

Related News

aipda-robig-zaenudin-divonis-15-tahun-penjara
  • kriminal

Aipda Robig Zaenudin Dijatuhi Hukuman 15 Tahun Penjara

Agus Santoso Agustus 8, 2025
bea-cukai-dumai-gagalkan-pengiriman-barang-ilegal-di-perairan-panipahan
  • kriminal

Bea Cukai Dumai Berhasil Menghentikan Pengiriman Barang Ilegal di Wilayah Perairan Panipahan

Rina Kartika Juli 31, 2025
polisi-akui-kesulitan-bongkar-kasus-wna-china-menyamar-polisi-wuhan-karena-pelaku-kompak-tutup-mulut
  • kriminal

Polisi Hadapi Tantangan Ungkap Kasus WNA China Menyamar Sebagai Polisi Wuhan, Pelaku Bersikeras Bungkam

Rina Kartika Juli 31, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.