Akun IG UAS Bagikan Situasi 10 WNI yang Berpartisipasi dalam Global March to Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Akun Instagram (IG) Ustaz Abdul Somad (UAS) @Ustadzabdulsomad_official melaporkan keadaan warga negara Indonesia (WNI) yang ingin ikut dalam Global March to Gaza di Mesir.
Berdasarkan informasi yang disampaikan, WNI yang baru tiba di Mesir langsung diawasi oleh polisi, dipantau, dan berpotensi ditahan.
- Iran Seakan Berperang Sendirian Hajar Israel, Ingat Nubuat Rasulullah SAW Ini Terbukti Kini
- ‘Ini Baru Iran, Bagaimana Jika Seluruh Arab Bertindak, yang Bilang Perang Pura-pura Fix Buta Hati’
- Gagal Cegat Serangan Iran, Wilayah Jajahan Israel Bekas Desa Ottoman Ini Hancur Parah
“Tolong sebarkan, kami bergabung di Global March to Gaza, 10 orang dari Indonesia, yang dari Indonesia tertahan di Kairo karena kita sudah diawasi polisi yang mengawal kita minimal 1 minggu ke depan,” tulis akun IG @Ustadzabdulsomad_official yang diposting pada Sabtu pagi.
“Jika kita yang memposting, ada risiko ditahan, jadi kami membutuhkan orang-orang Indonesia untuk membantu menyebarluaskan situasi di sini. Karena kami dipantau media sosial kami dan polisi terus mengikuti gerakan kami,” lanjut akun tersebut.
Akun IG @Ustadzabdulsomad_official juga menyebutkan bahwa kelompok Indonesia saat ini tertahan di Kairo dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Mohon doakan mereka agar Allah meringankan keadaan mereka dan memberikan solusi cepat.
Sebelumnya, akun Kementerian Luar Negeri Mesir di Facebook mengeluarkan ‘Peraturan untuk Mengunjungi Daerah Perbatasan yang Berdekatan dengan Jalur Gaza’.
Kementerian Luar Negeri Mesir mengapresiasi dukungan internasional dan regional, baik yang resmi maupun yang populer, terhadap hak-hak Palestina dan menentang blokade Israel, serta pelanggaran hak asasi manusia yang dialami oleh rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Mesir menegaskan komitmen untuk terus berupaya di berbagai tingkatan guna mengakhiri agresi terhadap Jalur Gaza dan krisis kemanusiaan yang menimpa lebih dari 2 juta warga Palestina.
BACA JUGA: Rudal Houthi Bernamakan Pedang Nabi SAW Hantam Israel: Takbir di Yerusalem, Pujian di Medsos
Dalam konteks ini, dan mengingat permintaan dan pertanyaan yang baru-baru ini muncul mengenai kunjungan delegasi asing ke daerah perbatasan yang berdekatan dengan Gaza (kota El-Arish dan penyeberangan perbatasan Rafah) untuk menyatakan dukungan terhadap hak-hak Palestina, Mesir menekankan pentingnya mendapatkan persetujuan terlebih dahulu untuk kunjungan tersebut.
Mesir menegaskan bahwa satu-satunya cara agar pihak berwenang di Mesir dapat terus mempertimbangkan permintaan tersebut adalah dengan mematuhi prosedur dan mekanisme peraturan yang berlaku sejak awal perang di Gaza.
