Apa Itu Gastroenteritis? Penyakit yang Dialami Mbappe Hingga Dirawat di RS
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, sempat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Amerika Serikat akibat gejala gastroenteritis akut. Saat ini, kondisinya telah stabil, meski ia masih dalam pengawasan tim medis.
Apa Itu Gastroenteritis?
Menurut informasi dari pusat kesehatan terkemuka, gastroenteritis adalah kondisi medis yang ditandai dengan peradangan pada lambung dan usus. Peradangan ini menimbulkan pembengkakan dan nyeri pada organ tersebut, serta memicu gejala seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare.
Walau sering dianggap sebagai flu perut, gastroenteritis tidak disebabkan oleh virus influenza, melainkan infeksi pada saluran pencernaan. Infeksi ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, parasit, atau jamur, dengan virus sebagai penyebab yang paling umum.
Gejala dan Tanda Awal
Gejala gastroenteritis biasanya muncul secara mendadak. Penderita mungkin mengalami diare tiba-tiba, disertai dengan mual, muntah, dan kram perut yang cukup parah. Seiring waktu, gejala lainnya seperti demam, menggigil, kelemahan, dan nyeri otot juga dapat muncul.
Bagi mereka yang memiliki aktivitas fisik tinggi, seperti atlet profesional, gejala ini bisa sangat mengganggu dan menguras energi. Meskipun sebagian besar kasus tergolong ringan dan bisa sembuh dalam satu hingga tiga hari, gastroenteritis berpotensi menimbulkan risiko serius jika tidak segera ditangani, terutama terkait dengan dehidrasi.
Jenis dan Penyebab Gastroenteritis
Secara umum, gastroenteritis dibagi menjadi dua jenis utama. Yang pertama adalah gastroenteritis infeksius, yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit. Jenis ini paling umum dan mudah menular.
Yang kedua adalah gastroenteritis kimiawi, yang disebabkan oleh konsumsi zat beracun seperti bahan kimia yang mencemari makanan atau air, konsumsi alkohol berlebihan, atau penggunaan obat-obatan tertentu yang mengiritasi sistem pencernaan.
Komplikasi
Meski gastroenteritis umumnya merupakan kondisi sementara yang bisa sembuh tanpa pengobatan khusus, komplikasi dapat terjadi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem imun lemah. Komplikasi paling umum adalah dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui muntah dan diare. Jika tidak segera ditangani, dehidrasi dapat berkembang menjadi kondisi serius, seperti gangguan fungsi ginjal atau bahkan syok.
Selain itu, kehilangan elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan klorida dapat menyebabkan gangguan pada fungsi otot, jantung, dan sistem saraf. Dalam kasus yang berlangsung lebih lama, peradangan yang terus-menerus dapat merusak jaringan lambung dan usus, bahkan menyebabkan luka atau ulkus yang dapat berdarah.
Beberapa infeksi atau paparan racun yang menyebabkan gastroenteritis juga berpotensi menimbulkan kerusakan jangka panjang pada organ tubuh tertentu, meskipun gejala saluran cerna telah mereda. Kelompok yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi buruk atau akses terbatas ke air bersih dan layanan kesehatan, seperti anak-anak di negara berkembang dan lansia, berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi semacam ini.
Pencegahan Gastroenteritis
Sekalipun tidak semua kasus gastroenteritis bisa sepenuhnya dicegah, ada beberapa langkah pencegahan yang efektif untuk mengurangi risiko penularan. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik adalah kebiasaan sederhana namun sangat penting untuk mencegah penyebaran kuman penyebab infeksi.
Menjaga kebersihan lingkungan, terutama di tempat-tempat umum seperti sekolah, rumah sakit, tempat olahraga, dan hunian bersama, juga merupakan langkah penting. Penanganan makanan dengan benar sangat berpengaruh terhadap pencegahan, mulai dari mencuci bahan mentah, menyimpan makanan sesuai suhu yang dianjurkan, hingga memastikan makanan dimasak hingga matang.
Ketika bepergian, terutama ke daerah dengan standar kebersihan yang berbeda, disarankan untuk hanya mengonsumsi makanan dan minuman yang terjamin aman. Terakhir, hindari konsumsi alkohol berlebihan dan hanya minum obat sesuai petunjuk medis.
