Arab Saudi Siap Gelar Haji dengan Konsep Ramah Lingkungan
BERITA TERBARU INDONESIA, JEDDAH — Menteri Lingkungan Hidup, Air, dan Pertanian Abdulrahman Alfadley, Rabu (8/5/2025), menyatakan kesiapan total dan koordinasi yang mendalam di antara semua sektor kementerian. Ini dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan musim haji 2025.
Upaya berkelanjutan dari kementerian ini bertujuan untuk menjamin pelaksanaan haji yang ramah lingkungan dengan menyediakan layanan terbaik di bidang lingkungan, air, pertanian, dan kesehatan bagi para jemaah, sejalan dengan Visi Saudi 2030. Alfadley menyampaikan hal ini saat melakukan inspeksi ke tempat-tempat suci dan memimpin rapat di kantor pusat Perusahaan Air Nasional.
- BI Catat 38,1 Juta UMKM Menggunakan QRIS per kuartal I 2025
- Kepala BKKBN Mengikuti Saran MUI Soal Vasektomi, Ini Kelanjutan Bansos KDM
- AI Diberdayakan untuk Bantu Perusahaan di Indonesia Tingkatkan Komunikasi Bisnis
Ia meninjau penyelesaian rencana operasional sesuai dengan standar efisiensi tertinggi. Ini adalah bagian dari upaya nasional yang komprehensif untuk menyukseskan musim haji.
Sistem operasional mencakup proyek dan program berkualitas untuk memastikan ketersediaan pasokan air, keamanan pangan, kualitas udara, penanganan limbah, pemantauan kepatuhan lingkungan, dan pengendalian hama.
Menteri memeriksa persiapan cabang-cabang kementerian di Makkah dan Madinah untuk memantau dan mengawasi rumah pemotongan hewan swasta serta pasar demi kepentingan umum. Ia meninjau kesiapan ruang gawat darurat dan layanan logistik yang disediakan oleh para profesional di kedua cabang tersebut.
Alfadley menerima laporan rinci tentang rencana sistem lingkungan untuk meningkatkan ketahanan pangan selama musim haji. Otoritas Ketahanan Pangan Umum (GFSA) mengonfirmasi ketersediaan stok tepung yang melimpah di Makkah dan Madinah, serta cadangan gandum di seluruh Kerajaan yang jumlahnya lebih dari satu juta ton. Penyediaan air bagi para peziarah menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut.
