Mengatasnamakan Pertimbangan Religi, Pemerintah Taliban di Afghanistan Melarang Catur
BERITA TERBARU INDONESIA, MOSKOW — Pemerintah sementara Afghanistan telah menerapkan larangan terhadap permainan catur tanpa batas waktu sebagai bagian dari langkah mereka menindak tegas hiburan dan olahraga yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai agama.
Keputusan ini diambil dengan alasan “pertimbangan agama” sesuai dengan pedoman yang diterapkan oleh Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan, sebagaimana dilaporkan oleh situs berita Khaama Press pada hari Minggu.
- Hamas akan Bebaskan Sandera, Donald Trump: Terima Kasih
- Premanisme Berkedok Ormas, Kemenkopolkam: Penegakkan Hukum dan Pembinaan Mutlak
- Kunci Pembenahan Tanah, Menteri Nusron Wahid: SDM, Tanpa KAPTI, Layanan BPN Lumpuh
Kementerian Olahraga Afghanistan mengonfirmasi penangguhan permainan catur mulai hari Minggu.
Di sisi lain, Federasi Catur Afghanistan menyebutkan bahwa kegiatan terkait catur tidak akan dapat berlanjut kecuali kekhawatiran yang berkaitan dengan agama diatasi.
Kementerian Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan membubarkan Federasi Catur dengan menyebut permainan tersebut sebagai “haram,” atau terlarang, sesuai interpretasi mereka terhadap hukum Islam.
Beberapa pemain catur yang khawatir dikabarkan mengajukan permohonan ke Kementerian Olahraga untuk mendapatkan dukungan finansial, namun justru menerima kabar larangan tersebut, menurut laporan Khaama Press.
