Ayah di Spanyol Akan Mendapatkan Cuti Kelahiran Selama 4 Bulan dengan Gaji Penuh
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pemerintah Spanyol memiliki rencana untuk memperpanjang masa cuti melahirkan bagi ibu dan ayah menjadi 17 minggu, atau sekitar empat bulan, dengan gaji penuh. Kebijakan ini akan menempatkan Spanyol sebagai salah satu negara paling maju di dunia dalam hal hak cuti orang tua.
Komitmen Pemerintah Spanyol
Menteri Tenaga Kerja Spanyol, Yolanda Diaz, menyatakan bahwa kebijakan ini bagian dari komitmen pemerintah untuk mempromosikan kesetaraan dan mendorong peran aktif ayah dalam pengasuhan anak. “Spanyol sedang bergerak menuju feminisme dan kesetaraan, tidak ada jalan untuk mundur. Kita sedang melangkah maju,” ujar Diaz.
Saat ini, Spanyol menawarkan cuti melahirkan selama 16 minggu untuk orang tua. Menurut Diaz, sekitar 40 persen ayah di Spanyol telah memanfaatkan hak cuti ini.
Kebijakan Tambahan
Selain perpanjangan cuti kelahiran, pemerintah menambahkan dua minggu cuti tambahan yang dapat diambil secara fleksibel hingga anak berusia delapan tahun. Namun, draft kebijakan ini masih memerlukan persetujuan parlemen. Pemerintahan yang dipimpin Perdana Menteri Pedro Sanchez memerlukan dukungan dari partai-partai kecil untuk meloloskan aturan tersebut. Partai kunci seperti Podemos bahkan meminta agar cuti diperpanjang lebih dari yang diusulkan.
Perbandingan dengan Negara Lain
Jika disetujui, kebijakan ini akan membuat Spanyol sebanding dengan Finlandia dalam memberikan hak cuti kelahiran yang setara dan berbayar bagi kedua orang tua — sesuatu yang belum banyak diterapkan di negara-negara Eropa lainnya. Negara seperti Kroasia, Irlandia, dan Bulgaria memang menyediakan masa cuti lebih lama untuk ibu, namun masih terbatas untuk ayah. Langkah Spanyol sangat kontras dengan Indonesia, yang berdasarkan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (UU KIA) 2024, hanya memberikan cuti dua hari untuk ayah saat istri melahirkan, yang dapat diperpanjang hingga lima hari dengan persetujuan pemberi kerja.
