Bertahun-tahun Dihantam Banjir Rob, Luthfi: Alam Tak Terkalahkan
BERITA TERBARU INDONESIA, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa masalah rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sudah berlangsung hampir 10 tahun. Menurut Luthfi, rob di Sayung adalah fenomena alam yang tidak bisa dilawan.
Luthfi menjelaskan, rob di Sayung merupakan salah satu tantangan di Provinsi Jawa Tengah. “Rob Sayung ini sudah menjadi tradisi. Ini bermula dari air; ada air yang bisa kita kendalikan, ada yang tidak,” ungkapnya saat berbicara di acara diskusi Gubernur Jawa Tengah dengan Pimpinan Media di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu (2/7/2025).
Luthfi menerangkan, sejak ia menjabat sebagai Kapolda Jawa Tengah, Sayung sudah menjadi langganan rob. “Sayung ini sudah hampir 10 tahun begini. Masyarakat kita sudah terbiasa,” ujarnya.
Penanganan rob di Sayung, menurut Luthfi, bisa dibagi dalam jangka pendek dan panjang. Ia menyebutkan bahwa proyek pembangunan tanggul laut di pesisir utara Jawa adalah solusi jangka panjang untuk mengatasi rob Sayung.
“Di Sayung, solusi untuk masalah rob ini adalah tanggul laut atau giant sea wall. Tanggul laut untuk wilayah Demak sudah dianggarkan pemerintah pusat sejak 2022, pada masa Pak Ganjar (Pranowo),” tutur Luthfi.
Saat ini, kata Luthfi, tanggul laut sedang dalam tahap pembangunan bersamaan dengan proyek Tol Semarang-Demak. Dalam proyek tersebut, pemerintah juga berencana membangun kolam retensi di daerah Demak bernama “Sriwulan”, dengan luas 36 hektare yang mampu menampung 1,7 juta liter air.
Luthfi juga menyebutkan bahwa kolam retensi seluas 306 hektare akan dibangun di Terboyo, Kota Semarang, yang diperkirakan dapat menampung 6,1 juta liter air. Luthfi optimistis, kedua kolam retensi ini bisa menyelesaikan masalah rob di Semarang dan Sayung. “Begitu kedua kolam retensi ini selesai, tidak akan ada lagi rob,” katanya.
Sebagai penanganan jangka pendek, Pemprov Jateng menempatkan mesin pompa penyedot air di beberapa desa. “Di seluruh 22 desa terdampak rob saya beri pompa,” ujar Luthfi.
Luthfi juga telah menginstruksikan semua organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemprov Jateng untuk turun ke Sayung. “Pertanyaannya, apakah dengan semua OPD ke sana, rob akan berhenti? Tidak, karena itu adalah fenomena alam yang tidak bisa kita kalahkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemprov Jateng kini juga memiliki program “Mageri Segoro” (memagari laut). Dalam program ini, Pemprov Jateng mengajak berbagai elemen masyarakat untuk menanam mangrove di daerah pesisir.
