Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • politik
  • Bantuan Pesantren Diubah Menjadi Beasiswa, DPRD Jabar: KDM Sering Bertindak Tanpa Rundingan
  • politik

Bantuan Pesantren Diubah Menjadi Beasiswa, DPRD Jabar: KDM Sering Bertindak Tanpa Rundingan

Rizky Maulana Mei 4, 2025
bantuan-pesantren-dialihakan-jadi-beasiswa-dprd-jabar-kdm-suka-eksekusi-tanpa-musyawarah

Bantuan Pesantren Diubah Menjadi Beasiswa, DPRD Jabar: KDM Sering Bertindak Tanpa Rundingan

BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG– Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merencanakan pengalihan bantuan untuk pesantren menjadi beasiswa bagi santri di wilayah Jawa Barat. Rencana ini kembali menjadi perhatian setelah Dedi Mulyadi mengungkapkannya dalam sebuah pertemuan dengan Biro Kesejahteraan Rakyat dan diunggah di kanal YouTube Lembur Pakuan pada 2 Mei 2025 lalu.

Menanggapi rencana ini, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Maulana Yusuf Erwinsyah menyatakan apresiasi terhadap niat baik Gubernur untuk memperluas akses pendidikan bagi santri melalui beasiswa. Namun, Maulana menekankan pentingnya kebijakan publik harus berdasarkan hukum yang jelas, mekanisme teknis yang terukur, dan prinsip keadilan.

“Beasiswa ini memang baik, tetapi mekanismenya harus jelas terlebih dahulu. Kadang Kang Haji Dedi ini sering bertindak dulu tanpa teknis dan rundingan,” ujar Maulana kepada wartawan, Ahad (4/5/2025).

Menurut Maulana, bantuan untuk pesantren, baik dalam bentuk fisik maupun beasiswa, tidak seharusnya menjadi pilihan yang dipertentangkan. Ia menilai, jika pemerintah benar-benar berpihak pada pesantren, kedua jenis bantuan tersebut seharusnya dapat diberikan secara bersamaan.

“Bagi saya, bantuan fisik dan beasiswa bukan sesuatu yang harus dipilih salah satu. Jika pemerintah benar-benar berpihak pada pesantren, mengapa tidak memberikan keduanya?” kata Maulana.

Maulana juga menyoroti potensi bias dalam pendataan jika penerima beasiswa hanya berasal dari lembaga pendidikan formal. Ribuan pesantren tradisional nonformal yang belum memiliki legalitas formal berisiko terabaikan.

“Jika data santri hanya diambil dari lembaga pendidikan formal, maka ribuan pesantren tradisional yang belum terdaftar bisa tidak terjangkau. Ini justru bertentangan dengan semangat keberpihakan terhadap kelompok miskin,” katanya.

Menurutnya, ada kerancuan dalam skema beasiswa jika yang menerima adalah santri yang juga tercatat sebagai siswa di sekolah formal, karena data kemungkinan besar akan mengacu pada DAPODIK (Data Pokok Pendidikan) yang hanya mencakup peserta didik di lembaga pendidikan formal.

“Jika dasarnya DAPODIK, sebenarnya itu bukan beasiswa santri, melainkan beasiswa siswa sekolah. Tanpa skema ini pun, siswa di sekolah formal sudah memiliki banyak bentuk bantuan. Intinya penerima beasiswa ini santri yang mana? Pesantren kecil saja bukan tidak mau menerima bantuan, tapi terhalang legalitas. Apalagi santri,” paparnya.

Maulana juga menilai bahwa bantuan kepada individu tidak boleh mengabaikan kebutuhan lembaga. Pesantren tetap membutuhkan dukungan infrastruktur, tenaga pengajar, dan fasilitas dasar agar bisa menjalankan fungsinya secara optimal.

“Kita juga tidak bisa menafikan pentingnya dukungan untuk lembaga. Beasiswa memang membantu individu, tapi lembaga pesantren tetap butuh infrastruktur, kualitas pengajar, dan sarana dasar untuk menjalankan fungsinya. Membantu santri tanpa memperkuat lembaganya bisa diibaratkan memberi makan ikan tanpa memperbaiki kolamnya,” katanya.

Oleh karena itu, Maulana menekankan pentingnya merancang skema bantuan yang bersifat menyeluruh dan berbasis data, bukan membenturkan antara beasiswa dengan bantuan kelembagaan. “DPRD siap berdialog agar program tersebut tepat sasaran dan tidak sekadar menjadi retorika yang sulit dieksekusi,” katanya.

Continue Reading

Previous: Program Pelatihan untuk Pendidik ABK, Askrindo Tingkatkan Keterampilan di PAUD
Next: Idris Sandiya Mengajak Pengurus Baru Nasdem untuk Berkomitmen Membangun Kota Bogor

Related News

kunjungan-balasan-presiden-peru-dina-boluarte-akan-bertemu-prabowo-di-istana
  • politik

Kunjungan Resmi, Presiden Peru Dina Boluarte Bertemu Prabowo di Istana

Maya Lestari Agustus 11, 2025
setelah-ingin-caplok-gaza-kini-israel-hendak-gulingkan-otoritas-palestina
  • politik

Setelah Berniat Caplok Gaza, Kini Israel Ingin Gulingkan Otoritas Palestina

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
prabowo-indonesia-butuh-pertahanan-kuat-di-tengah-gejolak-global
  • politik

Prabowo: Pentingnya Pertahanan Tangguh untuk Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.