Strategi Membangun Konten Berkualitas di TikTok
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Di zaman digital sekarang ini, menjadi kreator konten bukan sekadar hobi, tetapi juga profesi yang bisa ditekuni dengan serius. TikTok adalah salah satu platform yang memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk berkarya, mulai dari karyawan, wirausaha, pekerja lepas, ibu rumah tangga, hingga pensiunan.
Para kreator perlu memahami bagaimana TikTok bekerja. TikTok beroperasi berdasarkan konten (content-graph), bukan berdasarkan jumlah pengikut (follower-graph). Ini artinya, jangkauan video lebih ditentukan oleh kualitas dan relevansi konten daripada banyaknya pengikut.
Pada acara TikTok SEA Growth Summit, TikTok bersama para kreator dan penerbit di Asia Tenggara berbagi strategi untuk berkembang di platform ini. Berikut adalah lima tips yang dibagikan.
1. Konsistensi adalah Kunci
Thanyaporn Sanguanlosit, seorang kreator dari Thailand, memulai perjalanan di TikTok pada tahun 2020 dengan membuat konten memasak. Awalnya, ia membutuhkan waktu sebelum kontennya mendapatkan engagement yang diharapkan. Berkat konsistensi, sekarang ia memiliki lebih dari 1,4 juta pengikut.
Farm menekankan pentingnya terus bereksperimen dan mengunggah konten secara rutin. Data TikTok menunjukkan 60 persen pengguna merasa menjadi bagian dari komunitas, yang memotivasi kreator untuk terus berkarya.
2. Pahami Audiens Anda
Richard Sam Bera, mantan atlet renang nasional sekaligus Direktur Utama Tim Indonesia, membangun konten yang menampilkan momen di balik layar para atlet. Strategi ini membuat akun Tim Indonesia diikuti oleh lebih dari 300 ribu pengguna.
Konten olahraga menjadi salah satu kategori dengan pertumbuhan views tertinggi di Asia Tenggara, meningkat 365 persen pada tahun 2024.
3. Gabungkan Pengetahuan dan Kemampuan
Dennis Guido, lulusan teknologi pangan, memanfaatkan ilmunya untuk membuat konten edukasi tentang pemrosesan pangan. Kini ia memiliki lebih dari 2,6 juta pengikut.
Menurut data TikTok, konten edukasi di Asia Tenggara berpeluang 14 kali lebih tinggi untuk ditonton. Peluncuran fitur STEM Feed juga meningkatkan minat terhadap topik sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.
4. Lakukan Riset untuk Konten yang Kredibel
Jerhemy Owen, seorang kreator edukasi lingkungan dengan 4,7 juta pengikut, selalu memulai proses produksi konten dengan riset mendalam. Ia memastikan sumber informasi valid dan data yang disajikan akurat.
Sebanyak 78 persen pengguna TikTok mengaku belajar hal baru dari platform ini. Kredibilitas menjadi kunci dalam membangun kepercayaan audiens.
5. Fokus pada Konten yang Apik, Menarik, dan Niche
Angga Anugrah Putra, General Manager Content Operations Southeast Asia TikTok, menyebutkan tiga elemen penting kesuksesan konten: apik (well crafted), menarik (engaging), dan fokus pada niche tertentu (specialized content).
Data TikTok menunjukkan bahwa konten yang autentik dan berkualitas memiliki peluang tiga kali lipat lebih besar untuk mendapatkan views, 40 kali lipat pertumbuhan pengikut, dan 72 persen lebih unggul dalam durasi tonton.
Dengan peluang sebesar ini, sekarang adalah saat yang tepat untuk mulai berkarya di TikTok dan menemukan audiens Anda.
