Apakah Stres Menjadi Penyebab Utama Kerontokan Rambut?
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Stres sering kali dianggap sebagai penyebab utama dari kerontokan rambut (alopecia) dan kebotakan. Namun, menurut dokter spesialis kulit Amrutha Hosalli Karjol, anggapan ini tidak sepenuhnya tepat. Ia menjelaskan bahwa stres memang memiliki peran, tetapi bukan satu-satunya faktor penyebab alopecia.
“Stres dapat memicu kerontokan, tetapi sebagian besar kasus rambut rontok melibatkan banyak faktor lain seperti keturunan, gangguan hormon, kekurangan nutrisi, atau penyakit autoimun,” kata dia.
- Kulit Terasa Tertarik Usai Cuci Muka? Ini Tanda Gangguan Menurut Dokter
- Pentingnya Mengetahui Jenis Kulit Wajah, Ini Caranya Menurut Dermatolog
- Dermatolog Ungkap Manfaat Kombinasi Retinal dan Cysteamine untuk Kulit
Amrutha menegaskan, pemahaman yang keliru tentang penyebab kerontokan rambut dapat menyebabkan seseorang menunda pengobatan atau mencoba metode yang tidak efektif. Padahal, alopecia dapat diatasi jika ditangani sejak dini dengan pendekatan yang tepat.
Ia menjelaskan bahwa kerontokan tidak hanya dialami oleh pria. Wanita juga sangat mungkin mengalaminya, meskipun gejalanya sering kali tidak kentara.
Pada pria, kebotakan cenderung terlihat jelas di bagian depan atau atas kepala. Sementara pada wanita, rambut umumnya menipis secara menyeluruh, membuatnya lebih sulit disadari pada tahap awal.
“Jadi, wanita juga harus waspada terhadap tanda-tanda kerontokan. Karena bentuknya yang lebih tersebar, banyak wanita baru menyadari saat kerontokan sudah cukup parah,” ujarnya.
Ia juga membantah anggapan bahwa mencukur atau memotong rambut secara rutin dapat membuat rambut tumbuh lebih tebal. Menurutnya, hal itu tidak berpengaruh pada akar atau folikel rambut. Ketebalan dan laju pertumbuhan rambut sepenuhnya ditentukan oleh faktor genetik dan kesehatan kulit kepala. Efek rambut tampak lebih tebal usai dicukur hanyalah ilusi karena ujung rambut yang baru tumbuh memiliki potongan tumpul.
Lebih lanjut, Dr Amrutha juga membantah mitos bahwa semua jenis kerontokan rambut bersifat permanen dan tidak bisa diobati. Ia menegaskan bahwa banyak bentuk alopecia bersifat reversibel, terutama jika terdeteksi lebih awal. Penanganan medis seperti penggunaan obat topikal, terapi nutrisi, platelet-rich plasma (PRP), hingga terapi laser dapat membantu merangsang pertumbuhan rambut baru.
“Yang terpenting adalah mengenali tanda-tanda awal dan segera mencari bantuan profesional. Jangan mudah percaya pada mitos atau mencoba pengobatan yang belum terbukti secara ilmiah,” tegas Amrutha.
