Bocah Kecil Amir yang Berjalan 12 Kilometer Ditembak Mati di Pusat Bantuan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Seorang tentara bayaran asal Amerika Serikat (AS) yang bertugas di pusat distribusi bantuan di Jalur Gaza membagikan kisah tentang seorang anak Palestina yang tewas ditembak oleh tentara Israel. Amir, bocah berusia lima tahun itu, menjadi korban penembakan setelah mengucapkan terima kasih atas makanan yang ia terima.
Anthony Aguilar, seorang pensiunan tentara yang pernah bertugas di militer AS selama 25 tahun, mengungkapkan kejadian tersebut dalam wawancara pada Selasa (29/7/2025) di platform UnXeptable. Aguilar membagikan pengalaman mengerikan yang terjadi di pusat distribusi bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF). “Sangat emosional bagi saya untuk menghadapinya,” kata Aguilar dalam wawancara tersebut, Kamis (31/7/2025).
Dalam wawancara tersebut, Aguilar menyampaikan pesan kepada warga Amerika dan Israel. “Warga sipil di Gaza yang menerima makanan, mereka kelaparan, mereka bukan binatang, tetapi diperlakukan seperti binatang,” ujarnya.
Aguilar menggambarkan peristiwa yang terjadi pada 28 Mei 2025 lalu. Saat itu, Amir kecil berdiri di tengah kerumunan dan berjalan mendekati Aguilar sambil mengulurkan tangan. Tentara yang bertugas tersebut merasa tidak nyaman karena tidak memiliki apa-apa lagi untuk diberikan kepada Amir.
Namun, Amir tetap mengulurkan tangannya. “Saya memanggilnya untuk mendekat. Saya berkata, kemarilah. Dia menggenggam tangan saya dan mencium tangan saya. Dia mencium tangan saya dan berkata, Syukran (terima kasih),” cerita Aguilar.
