Blokade Gaza, Pemimpin Houthi: 57 Negara OKI Tak Mampu Kirim Bantuan ke Gaza
BERITA TERBARU INDONESIA, GAZA — Situasi di Gaza, Palestina, semakin buruk dari hari ke hari. Blokade yang dilakukan oleh Israel menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut. Warga, termasuk orang dewasa dan anak-anak, sangat membutuhkan bantuan.
Pemimpin gerakan Ansar Allah di Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, menyatakan bahwa serangan militer brutal terhadap penduduk di Gaza adalah tindakan genosida. “Tak satu pun dari 57 negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang bisa mengirim sepotong roti atau sekotak susu ke Jalur Gaza,” ungkap Houthi dalam pernyataannya melalui media sosial baru-baru ini.
- Hardiknas 2025: Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
- Banjir Pesanan, Bisnis Atap Rumbia Bisa Hasilkan Rp 40 Juta Sekali Pesan
- Pelanggaran Israel, Menlu Sugiono: Ingkari Hak Palestina Tentukan Nasib Sendiri
Negara-negara dengan sumber daya melimpah tampaknya tak berdaya menghadapi satu negara, Israel, yang didukung penuh oleh Amerika Serikat. Israel dengan leluasa mengerahkan seluruh kekuatan militernya ke wilayah kecil bernama Gaza, bagian dari Palestina.
Houthi menyoroti bahwa ketahanan para pejuang di Gaza sangat mengagumkan. Meski sumber daya mereka sangat terbatas karena blokade ketat oleh Israel, operasi mereka berhasil mengguncang strategi Israel yang memiliki persenjataan canggih.
Perlawanan dari Lebanon terhadap Israel juga mendapat perhatian. Meskipun diserang bertubi-tubi oleh Zionis, mereka tetap teguh.
Houthi saat ini terus menghadapi serangan dari Amerika. Setiap hari mereka diserang oleh jet tempur yang diluncurkan dari kapal induk di Laut Merah. “Agresi terhadap Yaman adalah bagian dari pertempuran besar antara koalisi Amerika dan Israel,” kata Houthi.
Agresi Amerika terhadap Yaman mendukung kepentingan musuh Israel. Ini adalah bagian dari kampanye menyeluruh untuk melaksanakan agenda Zionis di negara-negara Islam. Baik Amerika maupun Israel sama-sama ingin mengintervensi Timur Tengah demi kepentingan mereka.
