Diskusi Bulaksumur Roundtable Forum Bahas Ziswaf untuk Pembiayaan Iklim
BERITA TERBARU INDONESIA, YOGYAKARTA — Bulaksumur Roundtable Forum (BRF), sebuah forum diskusi akademik yang diinisiasi oleh Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, mengadakan edisi khusus “The Clinic” di Kampus Fisipol UGM, Yogyakarta, Kamis (19/6/2025). Diskusi ini memfokuskan pada pemanfaatan zakat, infaq, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) sebagai salah satu alternatif partisipatif untuk skema pendanaan iklim di Indonesia.
Acara yang dilaksanakan secara tertutup ini merupakan hasil kerja sama antara BRF dengan Mosaic dan Pares, dua inisiatif yang berkomitmen terhadap keberlanjutan dan keadilan sosial. Kerja sama ini didasari oleh kesadaran akan pentingnya dukungan pendanaan yang kokoh secara struktural dan tetap inklusif secara sosial untuk transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
Forum ini mengumpulkan para akademisi, tokoh agama, perwakilan lembaga keuangan syariah, organisasi masyarakat sipil, regulator, dan pembuat kebijakan. Tujuan utamanya adalah membangun pemahaman yang lebih dalam mengenai potensi Ziswaf dalam mengatasi tantangan krisis iklim yang semakin mendesak.
Krisis Iklim: Pentingnya Tindakan Nyata dan Kontribusi Dana Masyarakat
Dalam sambutannya, Ketua Departemen Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM, Dr Abdul Gaffar Karim, menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang hadir.
“Para hadirin, narasumber kita hari ini adalah tokoh-tokoh dari lembaga-lembaga penting yang sangat relevan dengan topik kita, yaitu membahas filantropi Islam dan bagaimana dana umat dapat berkontribusi terhadap permasalahan besar kita, yaitu krisis iklim,” ujar Gaffar.
Beliau menekankan bahwa krisis iklim adalah masalah nyata yang mendesak. “Karena krisis iklim ini nyata di depan kita, dan harus kita tanggapi dengan baik. Tanpa polemik akademik dan labeling yang berlebihan, yang terpenting adalah tindakan,” katanya.Â
Gaffar berharap forum ini dapat menjadi awal bagi para pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengidentifikasi dan merumuskan langkah-langkah kolaboratif yang nyata.
“Semoga acara kita hari ini dapat memberikan kontribusi dalam memperkuat peran umat Islam untuk mengatasi krisis iklim,” ujarnya.
Mosaic Ajak Kolaborasi untuk Tindakan Iklim Partisipatif
Sejalan dengan Gaffar, perwakilan dari Muslim for Shared Actions on Climate Impact (Mosaic) menyampaikan harapan besar terhadap upaya kolaboratif dalam memberdayakan umat untuk mendorong aksi iklim. Mosaic aktif dalam berbagai program kampanye, termasuk “Umat untuk Semesta” yang dapat diakses melalui media sosial, serta program “Sedekah Energi” yang memungkinkan masyarakat berdonasi untuk instalasi panel surya di masjid-masjid melalui crowdfunding berbasis sedekah.
“Bulaksumur Roundtable Forum ini adalah bagian dari upaya kami untuk menggabungkan semua potensi terkait gerakan inisiatif hijau yang masih minim saat ini,” kata Ketua Pengurus Mosaic, Nur Hasan Murtiaji.
Hasan menekankan pentingnya memberdayakan semua pemangku kepentingan, dengan harapan acara ini dapat merumuskan aksi kolaboratif yang berbasis pada pembiayaan iklim partisipatif.
Forum ini berusaha menawarkan skema solusi nyata tentang bagaimana inisiatif masyarakat atau komunitas dapat secara konkret terlibat dalam mengatasi persoalan iklim, salah satunya melalui pemanfaatan dana umat. Diskusi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam kebijakan dan praktik pembiayaan publik di Indonesia, demi terwujudnya energi dan lingkungan yang berkelanjutan.
