Cadangan Devisa Indonesia Tetap Tangguh, Nilai Tukar Rupiah Stabil di Tengah Ketidakpastian
BERITA TERBARU INDONESIA, LABUAN BAJO — Stabilitas ekonomi Indonesia terus menghadapi tantangan di tengah ketidakpastian global. Di antara berbagai indikator ekonomi, defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) dan cadangan devisa menjadi penanda penting dalam mengukur ketahanan ekonomi dalam negeri.
Direktur Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juli Budi Winantya, dalam pemaparannya di Editors Briefing Bank Indonesia, menegaskan pentingnya menjaga kesehatan ekonomi. “Biasanya kita melihat apakah ekonomi dapat tumbuh tanpa lonjakan heart rate. Utamanya, ini bisa dilihat dari kondisi current account deficit,” jelas Juli, Jumat (18/7/2025) lalu.
- Masuk Deretan Terbaik Dunia, BRI Pimpin Daftar Teratas Bank di Indonesia Versi The Banker
- Bank Indonesia Bukukan Surplus Rp 52,19 Triliun, Tertinggi dalam Satu Dekade
- Bank Sentral Dunia Pangkas Suku Bunga di Tengah Ketidakpastian Global, Indonesia Justru Pertahankan
Ia menambahkan bahwa current account mencerminkan gambaran ekspor dan impor barang dan jasa. “Jika ekonomi tumbuh tinggi tanpa didukung oleh kapasitas domestik, ini akan terlihat di current account dan menimbulkan tekanan pada nilai tukar,” katanya.
Data terbaru menunjukkan sinyal positif. Hingga Mei, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar 4,3 miliar dolar AS, naik signifikan dari 0,2 miliar dolar AS pada April. Surplus ini menjadi bantalan penting yang membantu menjaga CAD tetap rendah dan sehat, kondisi yang krusial bagi perekonomian Indonesia.
Aliran masuk modal asing (inflows) juga tetap berlanjut, menunjukkan tingkat kepercayaan investor asing terhadap prospek ekonomi Indonesia. Pada kuartal kedua, tercatat inflows sebesar 1,6 miliar dolar AS, dan hingga 14 Juli di kuartal ketiga, inflows mencapai 0,9 miliar dolar AS. “Inflows ini mencerminkan kepercayaan investor asing terhadap perekonomian Indonesia, juga karena imbal hasil dari aset keuangan domestik yang masih menarik,” papar Juli.
Di sisi lain, posisi cadangan devisa Indonesia juga menunjukkan kekuatan yang impresif. Pada akhir Juni, cadangan devisa tercatat sebesar 152,6 miliar dolar AS, melampaui standar kecukupan internasional. “Perdagangan devisa biasanya dilihat apakah cukup atau tidak dibandingkan dengan bulan impor, sebesar 6,4 bulan impor atau 6,6 bulan impor dan pembiayaan utang luar negeri. Jika dibandingkan dengan standar, yang hanya tiga bulan, ini jauh lebih tinggi,” kata Juli.
