Cerita Biarawati di Kampus Muhammadiyah: Kami Lebih Dihargai
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Di tanah Papua, Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong menyediakan pendidikan inklusif bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang agama. Meski terkenal sebagai kampus yang berafiliasi dengan ormas Islam tertua di Indonesia, UNIMUDA memiliki banyak mahasiswa beragama Katolik dan Protestan.
Emerensiana Maturan, yang berusia 33 tahun, adalah seorang biarawati yang menempuh studi di Program Studi Pendidikan Guru PAUD UNIMUDA. Suster ini, yang juga masih aktif melayani sebagai biarawati di gereja, kini telah berada di semester enam.
Emerensiana mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa berkuliah di UNIMUDA. Menurutnya, meskipun kampus ini dikenal sebagai kampus Islam, namun tingkat toleransinya sangat baik.
“Bersyukur kepada Tuhan karena bisa berkuliah di tempat yang mayoritas kampus Islam, tetapi toleransinya luar biasa baik, tidak membedakan, kampus sangat mendukung, dosen-dosennya ramah dan materi yang diajarkan juga sangat baik,” ungkap Emerensiana.
Selama kuliah, Emerensiana mendapatkan beasiswa penuh dari sebuah yayasan di Papua. Dia diarahkan untuk mengambil jurusan PG PAUD karena berencana untuk mengabdi dan menjadi guru PAUD di wilayah tersebut.
“Saya memilih UNIMUDA karena ingin mengabdi untuk yayasan kami di Indonesia,” ungkapnya.
