Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Civitas Akademika UGM Menyuarakan Keprihatinan terhadap Kebijakan Kesehatan Nasional
  • Berita

Civitas Akademika UGM Menyuarakan Keprihatinan terhadap Kebijakan Kesehatan Nasional

Intan Permatasari Mei 9, 2025
civitas-akademika-ugm-suarakan-keprihatinan-kebijakan-kesehatan-nasional

Civitas Akademika UGM Menyuarakan Keprihatinan terhadap Kebijakan Kesehatan Nasional

BERITA TERBARU INDONESIA, YOGYAKARTA — Sekitar 200 anggota civitas akademika Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan aksi ‘Suara Keprihatinan Bulaksumur’ di Lapangan Pancasila, Rabu (7/5/2025). Para peserta yang terdiri dari guru besar, dosen, dan mahasiswa mengenakan pakaian hitam dengan pita merah-putih di lengan mereka.

Aksi ini menyoroti kebijakan kesehatan nasional yang dianggap mengancam kemandirian profesi kedokteran. Prof Budi Yuli Setianto, seorang Guru Besar Kardiologi UGM, menyoroti kekhawatiran terhadap pembentukan kolegium baru oleh Kementerian Kesehatan yang menyebabkan pergeseran wewenang dalam penyusunan standar kompetensi dan kurikulum.

‘Kami tidak menentang regulasi, tetapi kami menyampaikan aspirasi agar para pemangku kepentingan mendengarkan keprihatinan kami,’ ujar Prof Budi. Ia juga mengkritik adanya tindakan mutasi terhadap dokter yang memberikan kritik terhadap kebijakan tersebut.

Sekretaris Dewan Guru Besar UGM, Prof Wahyudi Kumorotomo, menyampaikan empat poin keprihatinan yang mencakup pergeseran fokus layanan kesehatan dari keselamatan pasien menuju keuntungan finansial, pengurangan peran rumah sakit pendidikan, penyalahgunaan kekuasaan untuk mengurangi independensi profesi, serta upaya intimidasi dan perpecahan dalam profesi kedokteran.

‘Apabila kolegium diambil alih semata-mata berdasarkan kepentingan, kualitas pelayanan kesehatan dan kompetensi dokter dapat terancam,’ ungkap Prof Wahyudi.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan sebelumnya membantah bahwa mutasi dokter merupakan bentuk tekanan, dengan menyatakan bahwa rotasi tersebut adalah bagian dari pengelolaan sumber daya manusia.

Continue Reading

Previous: Mengapa Dedi Mulyadi Percaya Penuh Program Pembinaan Anak Nakal di Barak TNI Akan Sukses
Next: Uni Eropa Pertimbangkan Pembekuan Kesepakatan Dagang dengan Israel

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.