Dedi Mulyadi Sebut Program Vasektomi Disahkan Menteri, BKKBN Mengikuti Fatwa MUI
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan tanggapan mengenai rencana vasektomi sebagai syarat bansos yang dianggap haram oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecuali dalam kondisi darurat. Menurutnya, wacana ini adalah bagian dari program nasional dari Kementerian Kependudukan dan Keluarga Berencana.
“Saya telah berkomunikasi langsung dengan menterinya, dan beliau menyatakan program ini sah,” ujar Dedi Mulyadi saat meninjau kegiatan siswa yang dilatih oleh TNI di Resimen Armed 1, Purwakarta, akhir pekan ini.
Dedi berpendapat, ada aturan turunan dari MUI Jabar terkait vasektomi yang masih dapat digunakan. Sebab, vasektomi bukan untuk disalahgunakan dalam kebebasan berhubungan. Vasektomi tidak mematikan kejantanan, tetapi berfungsi untuk menjaga keseimbangan ekonomi.
“Dan bisa dilihat dari tayangan YouTube saya sejak dulu, saat menjadi anggota DPR, saya menemukan orang yang anaknya banyak dan saya bantu, kemudian karena anaknya sudah terlalu banyak, saya anjurkan mengikuti program vasektomi. Prinsip dasarnya adalah keluarga yang anaknya sudah banyak menerima bantuan sosial tidak akan memiliki dampak negatif bagi kehidupan,” jelasnya.
Menurutnya, program keluarga berencana memiliki banyak metode dan pilihan, bukan hanya vasektomi tetapi juga penggunaan alat kontrasepsi yang dapat dilakukan oleh kaum laki-laki.
“Ada banyak alternatif lain, misalnya pria menggunakan alat pengaman. Programnya karena masalahnya nanti pemerintah yang menyediakan alat pengamannya. Tidak ada masalah, hanya satu pilihan, ada banyak pilihan dalam berkeluarga berencana, tetapi saya tetap menekankan peserta harus laki-laki karena pria yang paling bertanggung jawab terhadap anak-anaknya,” tambahnya.
sumber: Antara
