Dedi Mulyadi Tanggapi Penolakan Persib Bandung Mengenai Bonus Kemenangan yang Tak Sesuai Janji, Ini Penjelasannya
BERITA TERBARU INDONESIA, CIREBON – Manajemen Persib Bandung menolak bonus yang berasal dari sumbangan aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Jawa Barat yang tidak sesuai dengan janji sebesar Rp 1 miliar. Bonus tersebut sebelumnya dijanjikan oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, sebagai hadiah atas kemenangan Persib Bandung sebagai juara Liga I BRI Indonesia.
Menanggapi penolakan tersebut, Dedi Mulyadi, yang sering disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM), memberikan penjelasan. Menurutnya, bonus Rp 2 miliar yang dijanjikannya terdiri dari Rp 1 miliar dari uang pribadinya dan Rp 1 miliar dari hasil patungan ASN Pemprov Jabar.
“Janji (bonus Rp 1 miliar) dari saya pribadi sudah saya tunaikan di depan anggota DPRD,” ujar Dedi saat ditemui di Cirebon akhir pekan ini.
Sedangkan untuk sisa Rp 1 miliar lainnya, Dedi menyatakan telah memerintahkan Sekda Jabar, Herman Suryatman, untuk mengoordinasikan para ASN Pemprov Jabar agar memberikan sumbangan secara sukarela.
“Sumbangan sukarela (dari ASN) ditargetkan Rp 1 miliar. Namun ada penjelasan lebih lanjut, jika tidak mampu, jangan dipaksakan, apalagi mengambil yang bukan haknya. Jadi jika ASN mampu sekian, ya biarkan saja sekian,” ucap Dedi.
Seperti diketahui, manajemen Persib Bandung menolak bonus juara Liga I BRI Indonesia dari sumbangan ASN Pemprov Jabar yang tidak sesuai janji sebesar Rp 1 miliar. Total sumbangan yang terkumpul dari ASN hanya mencapai Rp 365.525.000.
