Berita Terkini Indonesia, GAZA—
Pasukan pendudukan Israel melancarkan serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia di Beit Lahia pada Minggu malam (18/5/2025), beberapa jam setelah mengumumkan dimulainya operasi darat berskala besar di bagian utara dan selatan Gaza, dalam kampanye yang disebut ‘Kereta Gideon’.
Serangan-serangan ini telah menyebabkan 500 korban jiwa dalam waktu tiga hari.
- Ramai Arab Saudi Deportasi Jamaah Liar, Mufti Mesir Haramkan Haji Ilegal Serukan Lawan Mafia
- Perang India VS Pakistan Memang Berhenti, tetapi Kebencian Terhadap Muslim tak Padam
- Bongkar Kekalahan Perang Gaza, Eks PM Israel: Trump tak Lagi Peduli dengan Netanyahu
Koresponden dari Aljazeera melaporkan bahwa kendaraan-kendaraan Israel bergerak menuju Rumah Sakit Indonesia dan ditempatkan di dekat pintu gerbang utara, menembaki rumah sakit secara langsung.
Ia menambahkan, buldoser dari pihak penjajah mulai menghancurkan tembok utara rumah sakit tersebut.
Koresponden Aljazeera juga menginformasikan bahwa komunikasi dengan staf medis dan para korban di dalam rumah sakit terputus.
Serangan terhadap Rumah Sakit Indonesia berlangsung di tengah meningkatnya intensifikasi serangan udara dan darat yang belum pernah terjadi sebelumnya di Gaza, meskipun negosiasi sedang berlangsung di Doha untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tahanan.
Pejabat di Kementerian Kesehatan Gaza mengonfirmasi bahwa semua rumah sakit umum di bagian utara Jalur Gaza tidak beroperasi.
Di tempat lain, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) melaporkan bahwa Rumah Sakit Indonesia dan Wisma Joserizal di Beit Lahia, Gaza Utara, kembali menjadi sasaran serangan udara tanpa henti oleh penjajah Israel.
Ketua Presidium MER-C, Dokter Hadiki Habib, menyatakan kondisi RS Indonesia sangat memprihatinkan, dengan kaca-kaca jendela dan plafon jatuh ke lantai, mengganggu layanan medis penting seperti ruang ICU, ruang gawat darurat, ruang operasi, hingga poliklinik dan koridor rumah sakit.
…
