Di Tengah Ketegangan, Memahami Kekuatan Nuklir Pakistan yang Bisa Menjangkau Amerika Serikat
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Ketegangan antara dua negara yang bertetangga dan telah lama bersitegang, Pakistan dan India, meningkat pekan ini. Diketahui bahwa India mengirimkan jet-jet tempur, beberapa di antaranya berhasil ditembak jatuh oleh Pakistan. Kekhawatiran akan perang antara kedua negara ini semakin besar mengingat keduanya memiliki persenjataan nuklir.
Seberapa besar ancaman senjata nuklir Pakistan terhadap India yang dikenal sebagai sekutu Israel?
- India Kirim Rudal, Pakistan Marah, Siap Memberikan ‘Balasan Setimpal’
- Pengusaha Menyebut Banyak Toko Ritel Tutup Karena Kalah Bersaing
- Antisipasi Libur Panjang Waisak, ASDP Siapkan 47 Kapal di Merak-Bakauheni
Konflik terbaru antara Pakistan dan India ini berpotensi memicu perang setelah serangan teroris pada tanggal 22 April di wilayah Kashmir yang dikuasai India. New Delhi menuduh serangan yang menewaskan 26 orang itu dilakukan oleh teroris yang terkait dengan Pakistan.
Laporan dari Newsweek menyebutkan bahwa Pakistan menjadi negara dengan kemampuan nuklir pada 1998. Pada tahun 1999, Badan Intelijen Pertahanan AS memperkirakan bahwa Pakistan akan memiliki 60 hingga 80 hulu ledak pada tahun 2020. Dalam lima tahun terakhir, estimasi menyebutkan bahwa persenjataan nuklir resmi Pakistan, yang terdiri dari senjata udara, laut, dan darat, berjumlah sekitar 170 hulu ledak.
Namun, para ahli nuklir baru-baru ini menyatakan bahwa persediaan 170 hulu ledak tersebut dapat meningkat menjadi sekitar 200 pada tahun ini seiring dengan laju pertumbuhan negara tersebut.
Pesawat pembom Mirage III dan Mirage V milik Pakistan, yang ditempatkan di dua pangkalan, memiliki kemampuan nuklir. Mirage V menggunakan bom gravitasi nuklir sebagai bagian dari persenjataan kecilnya, menurut Proyek Informasi Nuklir dengan Federasi Ilmuwan Amerika.

Rudal Pakistan yang berhasil diluncurkan berkekuatan nuklir – (AFP)
